Walhi Jakarta: Air Melimpah, Kenapa Harus Bangun PLTN?

KBR68H, Jakarta - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta menolak gagasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

NUSANTARA

Senin, 09 Des 2013 12:47 WIB

Author

Wiwik Ermawatie

Walhi Jakarta: Air Melimpah, Kenapa Harus Bangun PLTN?

walhi jakarta, pltn, sumber daya air

KBR68H, Jakarta - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta menolak gagasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Dewan Walhi Jakarta Ubaidillah mengatakan selain membahayakan masyarakat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum memiliki konsep yang jelas terhadap rencana tersebut. Walhi mengimbau agar pemerintah dapat memanfaatkan sumber alternatif lainnya yang dapat menghasilkan listrik seperti air dan sampah yang kian menumpuk di Jakarta.

"Kecuali negara yang miskin, yang kering artinya negara yang tidak memiliki sumber daya, kita ini air melimpah, mineral melimpah, kenapa harus menggunakan nuklir? Kecuali Korea, itu kan dia sumber dayanya cuma batu. Baru dia harus menggunakan nuklir, selain untuk kebutuhan energi juga untuk pertahanan mereka," kata Ubadillah saat dihubungi KBR68H, Senin (9/12).

Sebelumnya, Dinas Energi dan Perindustrian DKI Jakarta mengatakan Jakarta perlu membangun Pembangkit LIstrik Tenaga Nuklir (PLTN) untuk memenuhi kebutuhan listriknya. Rencananya PLTN tersebut bakal dibangun di salah satu Kepulauan Seribu. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan keputusan jadi tidaknya pembangunan PLTN itu masih jauh. Pasalnya, kajian soal pembangunan proyek tersebut belum lama dimulai.

Editor: Doddy Rosadi


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Dampak Tambang terhadap Lingkungan di Sulawesi Tenggara dan Tengah

NFT, New Kid on the Block (chain)

Kabar Baru Jam 8

Seruan Penolakan Bibit-Bibit Kekuasaan Mutlak