Tim Advokasi Syiah Sampang Kecewa Tak Diundang Presiden

KBR68H, Jakarta - Tim advokasi kasus Syiah Sampang mengaku kecewa karena tidak dilibatkan dalam pertemuan yang digelar oleh presiden SBY. Kemarin SBY menggelar pertemuan dengan Tim Rekonsiliasi Sunni-Syiah Sampang di Pendopo Kabupaten Sampang Madura.

NUSANTARA

Kamis, 05 Des 2013 07:24 WIB

Author

Gun Gun Gunawan

Tim Advokasi Syiah Sampang Kecewa Tak Diundang Presiden

syiah, sampang, madura

KBR68H, Jakarta - Tim advokasi kasus Syiah Sampang mengaku kecewa karena tidak dilibatkan dalam pertemuan yang digelar oleh presiden SBY. Kemarin SBY menggelar pertemuan dengan Tim Rekonsiliasi Sunni-Syiah Sampang di Pendopo Kabupaten Sampang Madura.

Juru Bicara tim advokasi, Hertasning Ichlas menilai petemuan tersebut tidak akan dapat mempercepat rekonsiliasi karena tidak melibatkan para korban maupun yang mewakili mereka.

"Pada banyak hal seharusnya pak SBY tahu bahwa jajarannya dalam hal ini Menteri Agama dan Ketua Tim Rekonsiliasi bukanlah bagian penting dalam proses islah dan menyikapi agenda rekonsiliasi terkait pemulangan pengungsi. Saya kira kalau mereka meng-update dengan jujur maka hasilnya tidak akan menggembirakan SBY," kata Hertasning ketika dihubungi KBR68H.

Hertasning Ichlas menambahkan, pihaknya juga kecewa karena sebelumnya SBY berjanji akan menyelesaikan rekonsiliasi sebelum Desember. Sementara itu pihak istana lewat juru bicaranya Julian Aldrin Pasha mengatakan, kunjungan SBY tersebut membahas pilihan penyelesaian secara permanen.

Dia menambahkan, presiden juga tidak memberikan batas waktu kepada tim, tetapi diharapkan dapat selesai sebelum masa jabatannya berakhir. Julian mengatakan presiden meminta agar tim rekonsiliasi lebih pro aktif untuk melakukan pendekatan kepada tokoh-tokoh agama setempat.

Baca: Warga Syiah Sampang Minta Presiden Langsung Turun Tangan

Editor: Suryawijayanti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi "Drive Thru" Pertama Indonesia

Pahlawan Gambut

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10