Polda NTT Segera Periksa Bupati Ngada

KBR68H, Kupang - Kepolisian Nusa Tenggara Timur akan memeriksa Bupati Ngada, Marianus Sae sebagai tersangka penutupan Bandara Turelelo, setelah tahun baru 2014.

NUSANTARA

Selasa, 31 Des 2013 10:39 WIB

Author

Silver Sega

Polda NTT Segera Periksa Bupati Ngada

polisi NTT, ngada, bupati

KBR68H, Kupang - Kepolisian Nusa Tenggara Timur akan memeriksa Bupati Ngada, Marianus Sae sebagai tersangka penutupan Bandara Turelelo, setelah tahun baru 2014. Kepala Kepolisian NTT I Ketut Untung Yoga Ana mengatakan, pemeriksaan bupati Ngada akan dilksanakan di Markas Polisi NTT di Kupang. Pemeriksaan tidak dilakukan di Kabupaten Ngada untuk menghindari potensi konflik.

"Jadi Bupati Ngada dengan proses pemeriksaan maraton dari saksi, tetapi sudah dipastikan bahwa Bupati Ngada sebagai tersangka. Sebab dia yang menyuruh. Penyidikan yang dilakukan oleh Polri nanti adalah menyidik tersangka bupati. Secara psikologis, ini saya sebetulnya saya malu anggota-anggota Polres itu memeriksa bupati. Nanti kita periksa di sini. Setelah Tahun baru, periksa disini. Supaya secara psikologis di Ngada itu tidak ada masalah diperiksa. Walaupun nanti pengadunya tetap di Ngada," kata Untung Yoga Ana.

Kepolisian NTT telah menetapkan Bupati Ngada Marianus Sae sebagai tersangka penyalah gunaan wewenang, karena menutup secara sepihak Bandara Udara Turelelo. Bupati Marianus menutup bandara karena kecewa tidak mendapat tiket pesawat tujuan Bajawa NTT ke Ngada.

Bupati Marianus Sae memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja di Kabupaten Ngada menutup Bandara Turelelo, ketika pesawat Merpati terbang dari kota Kupang. Akibat pemblokiran itu, pesawat Merpati kembali ke Kupang.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10