Bagikan:

Pembangunan Rumah Pengungsi Rokatenda Terancam Batal

KBR68H, NTT - Pembangunan 400 unit rumah untuk korban Gunung Rokatenda di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur terancam batal.

NUSANTARA

Minggu, 22 Des 2013 12:12 WIB

Author

Silver Sega

Pembangunan Rumah Pengungsi Rokatenda Terancam Batal

Gunung Rokatenda, Pengungsi, Gunung Meletus

KBR68H, NTT - Pembangunan 400 unit rumah untuk korban Gunung Rokatenda di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur terancam batal. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Tini Tadeus mengatakan, masalahnya adalah karena tidak ada lokasi yang cocok untuk relokasi pengungsi rokatenda. Kata dia, jika hingga akhir Desember ini Pemkab Ende tidak bisa membangun 400 unit rumah, maka anggarannya sebanyak Rp 7 miliar akan dikembalikan ke Pemda NTT.

"Di Endenya itu hampir Rp 7 miliar dengan total rumah yang direlokasi itu 407. Di Ende ini yang masih diupaya untuk selesaikan. Mudah-mudahan Desember ini selesai. Kalau tidak selesai maka uang yang hampir Rp 7 miliar dikembalikan karena belum bisa dimanfaatkan. Minggu lalu saya panggil Kalaknya dan diperoleh informasi bahwa di Ende ini dia punya masalah lokasi. Lokasi dengan topografi seperti itu agak sulit untuk memperoleh lokasi dengan sebaran 407 rumah," kata Tini Tadeus.

Kepala BPBD NTT Tini Tadeus menambahkan, seratusan pengungsi Gunung Rokatenda di Kabupaten Ende tersebar di beberapa desa di Kecamatan Wewaria, kota Baru, dan Maurole. Sementara di Kabupaten Sikka seratusan unit rumah untuk pengungsi gunung Rokatenda sudah hampir selesai dibangun. Pemerintah Kabupaten Sikka menyiapkan dua lokasi untuk relokasi pengungsi rokatenda. Dua lokasi yang disiapkan itu adalah di Nangahure, Maumere dan di Pulau Besar.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?