Bagikan:

LSM Sedunia Tolak Paket Bali di Arena WTO

KBR68H, Nusa Dua Bali - Sekitar 20 orang aktivis dari LSM dalam dan luar negeri yang mengatasnamakan diri Masyarakat Sipil Sedunia menggelar aksi menolak pengesahan paket Bali di arena pertemuan organisasi perdagangan dunia (WTO) di Nusa Dua Bali.

NUSANTARA

Jumat, 06 Des 2013 15:28 WIB

Author

Muliartha

LSM Sedunia Tolak Paket Bali di Arena WTO

WTO, pake bali

KBR68H, Nusa Dua Bali - Sekitar 20 orang aktivis dari LSM dalam dan luar negeri yang mengatasnamakan diri Masyarakat Sipil Sedunia menggelar aksi menolak pengesahan paket Bali di arena pertemuan organisasi perdagangan dunia (WTO) di Nusa Dua Bali.

Aksi yang dilakukan di depan ruang pertemuan utama di dalam gedung Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC) Nusa Dua sempat membuat petugas keamanan panik. Juru Bicara Masyarakat Sipil Sedunia Bonnie Setiawan mengungkapkan Paket Bali pada umumnya merupakan bentuk penjajahan gaya baru oleh negara maju kepada negara miskin. Sebagai contoh poin fasilitasi perdagangan dalam paket Bali justru hanya menguntungkan negara maju dan membebani negara miskin dan berkembang.

“Kita tahu fasilitasi perdagangan itu sangat memberatkan bagi negara-negara berkembang dan miskin karena biayanya sangat banyak untuk memordenisasi semua urusan di pelabuhan, di pabean , elektronik dan segala macam. Hal-hal yang sifatnya sangat memberatkan karena banyak biaya-biaya baru, fasilitasi ini hanya memenuhi kebutuhan investor,” kata Bonnie Setiawan.

Bonnie Setiawan menambahkan Indonesia sendiri sebagai tuan rumah seharusnya mendukung dan meniru India dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional. Sementara aksi yang sama juga dilakukan oleh para aktivis LSM di luar gedung BNDCC Nusa Dua. Tuntutannya adalah penolakan terhadap Paket Bali dan seruan pembubaran WTO.

Editor: Suryawijayanti 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pengungsi dan Persoalan Regulasi di Indonesia