Kementerian LH Hentikan Operasional Perusahaan di Sekitar Danau Toba

KBR68H, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya segera menghentikan sementara izin operasional perusahaan-perusahaan yang berada di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara.

NUSANTARA

Rabu, 04 Des 2013 14:48 WIB

Author

Danu Mahardika

Kementerian LH Hentikan Operasional Perusahaan di Sekitar Danau Toba

Kementerian LH, Danau Toba

KBR68H, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya segera menghentikan sementara izin operasional perusahaan-perusahaan yang berada di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara. Hal ini menyusul rusaknya ekosistem Danau Toba akibat eksploitasi wilayah vegetasinya seperti penebangan pohon.

Balthasar mengaku telah mengirim surat resmi kepada Gubernur Sumatera Utara terkait penghentian izin ini. Selanjutnya akan dilakukan audit keadaan lingkungan untuk menentukan langkah cepat pemulihan ekosistem yang rusak.

"Kita sudah menulis surat minta dihentikan dulu semua kegiatan itu, lalu kita melakukan audit secara keseluruhan di Danau Toba itu. Audit lingkungan. Itu sedang disiapkan dan dilakukan. Memang danau toba itu masuk dalam 15 danau prioritas nasional yang harus dibereskan. Kita memang harus memberikan perhatian tengtang itu," ujarnya di Jakarta, Rabu (4/12)

Sebelumnya eksploitasi hutan di wilayah daerah tangkapan air Danau Toba menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem di wilayah tersebut. Akibatnya hutan tak lagi bisa menyerap maupun menyimpan air sehingga sering menyebabkan banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau.

Badan Lingkungan Hidup Sumatera Utara mencatat, hingga 2010, sisa vegetasi hutan tinggal 12 persen dari total sekitar 356 hektar areal hutan di kawasan Danau Toba tersebut lantaran aktivitas perusahaan di sekitarnya.

Baca:  Alarm Bencana dari Danau Toba

Editor: Suryawijayanti

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8