Kekurangan Guru, Pemkab Bantul Bergantung pada Guru Tidak Tepat

KBR68H, Bantul - Pemerintah Kabupaten Bantul mengakui jumlah tenaga didik atau guru tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) saat ini masih kurang. Jumlah kekurangan mencapai 740 guru.

NUSANTARA

Rabu, 04 Des 2013 08:57 WIB

Author

Radio Star Jogja

Kekurangan Guru, Pemkab Bantul Bergantung pada Guru Tidak Tepat

guru, bantul, guru tidak tepat

KBR68H, Bantul - Pemerintah Kabupaten Bantul mengakui jumlah tenaga didik atau guru tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) saat ini masih kurang. Jumlah kekurangan mencapai 740 guru. Hal ini dikarenakan pada 2013 sebanyak 270 guru SD di Bantul pensiun.

“Memang ini masalah yang sulit ditemukan jalan keluarnya. Akhirnya mau tidak mau mengandalkan peran guru tidak tetap (GTT). Itu pun belum cukup. Sementara untuk mengangkat GTT baru tidak diperbolehkan lagi ketentuan yang ada,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bantul Maman Permana di temui Harian Jogja di ruang kerjanya, Selasa (3/12).

Menurut Maman kekurangan guru SD di Bantul ini akan terus bertambah mengingat akan ada sekitar 200 guru SD mengikuti gelombang pensiun pada 2014 nanti.

Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) dan masing-masing sekolah untuk mengatur kekurangan guru SD supaya jangan sampai peserta didik tidak sampai diterlantarkan.

Sebagai contoh, dengan memaksimalkan bantuan biaya operasional sekolah (bos) dipergunakan untuk membiayai GTT supaya mau menambal kekurangan guru ini.

Sumber: Radio Star Jogja

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri