Bagikan:

Hari Anti Korupsi, Mahasiswa Dukung KPK

KBR68H, Surakarta - Empat orang bertopeng Koruptor Pajak Gayus Tambunan, Koruptor dari partai politik Angelina Sondakh, Bekas Ketua MK yang terjerat korupsi, Akil Mokhtar, dan Koruptor Makelar proyek daging sapi impor Ahmad Fathanah diseret dengan tali ya

NUSANTARA

Minggu, 08 Des 2013 15:17 WIB

Hari Anti Korupsi, Mahasiswa Dukung KPK

Korupsi, Hari Anti Korupsi, Surakarta

KBR68H, Surakarta - Empat orang bertopeng Koruptor Pajak Gayus Tambunan, Koruptor dari partai politik Angelina Sondakh, Bekas Ketua MK yang terjerat korupsi, Akil Mokhtar, dan Koruptor Makelar proyek daging sapi impor Ahmad Fathanah diseret dengan tali yang menjerat leher mereka. Keempat tokoh tersebut diarak di ajang Car Free Day di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, Jjawa Tengah. Mereka dijerat tali oleh seorang peserta bertopeng ketua KPK, Abraham Samad dan disaksikan puluhan mahasiswa Universitas Sebelas Maret Solo. Juru Bicara aksi mahasiswa Boma Patriotama menegaskan, kasus korupsi yang diungkap KPK semakin banyak menunjukkan korupsi masih merajalela. Boma mengungkapkan KPK harus berani melakukan pemberantasan korupsi meski pelakunya adalah pejabat negara, tak ada kekebalan hukum.

“Kasus korupsi semakin banyak, merajalela. KPK terus membongkar berbagai kasus korupsiini bukti korupsi sudah menjadi laten di negeri ini. Kita berharap kasus korupsi berkurang, terus mendukung pemberantasan korupsi. Kita mendesak dan menuntut KPK terus berani mengungkap kasus korupsi meskipun Wakil Presiden Boediono menjadi salah satu pejabat negara yang terjerat. Siapapun pejabat negara, Presiden atau Wakil Presiden, tak punya hak istimewa di mata hukum, semua sama, terjerat kasus korupsi, ya dihukum,” jelas Boma.

Juru Bicara aksi mahasiswa Boma Patriotama.

Selain menggelar aksi teatrikal tersebut, para mahasiswa ini juga menyediakan lembaran kain putih untuk penggalangan cap telapak tangan sebagai bentuk dukungan pemberantasan korupsi.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Subsidi dan Tata Kelola Pupuk Indonesia

Most Popular / Trending