Dinsos NTT Tambah Dana Untuk Difabel

KBR68H, NTT - Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur meminta tambahan dana jaminan sosial seumur hidup bagi difable berat di NTT.

NUSANTARA

Sabtu, 07 Des 2013 09:56 WIB

Author

Silver Sega

Dinsos NTT Tambah Dana Untuk Difabel

difabel, ntt, dinas sosial, bantuan

KBR68H, NTT - Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur meminta tambahan dana jaminan sosial seumur hidup bagi difable berat di NTT. Kepala Dinas Sosial NTT Petrus Manuk mengatakan, Kementerian Sosial baru mengalokasikan dana bantuan bagi 900-an penyandang cacat berat di NTT. Apalagi, klaim Petrus, jumlah penyandang cacat berat di NTT terus bertambah. Petrus mencontohkan sebuah keluarga di Alor yang seluruh anggotanya adalah penyandang cacat berat yang perlu mendapat bantuan. (Baca: Penyandang Cacat Berat di NTT akan Terima Bantuan)

"Ketika saya mendapat laporan dari ketua Forum, saya langsung minta staf untuk verifikasi lapangan. Setelah verifikasi lapangan kita akan mengirim itu ke Jakarta, untuk dari Jakarta nanti juga akan turun verifikasi. Juga kedepan kita bisa memberikan apa ya, semacam jaminan permanen selama hidup. Ya kan sekarang jaminan sosial lanjut, jaminan sosial penyandang cacat, penyandang cacat berat itu dia dijamin negara 300 ribu perbulan selama hidup," kata Metrus Manuk (07/13)

Kepala Dinas Sosial NTT Petrus Manuk menambahkan, dari 456 penyandang cacat berat di Kabupaten Ende, baru 169 orang yang mendapat bantuan jaminan seumur hidup. Sementara 287 orang lainnya masih dalam daftar tunggu. Petrus berharap kementerian sosial bisa menambah dana jaminan sosial seumur hidup bagi penyandang cacat berat di NTT.

Jumlah penyandang difable di NTT hampir 39 ribu orang. Mereka tersebar di 21 kabupaten kota. Jumlah penyandang cacat terbanyak ada di Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan 3.487 orang, menyusul Kabupaten Manggarai 3.342 dan kabupaten sikka 3.124 orang.

Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Sejumlah Kendala Vaksinasi Lansia

Kabar Baru Jam 8

Perkara Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika

Kabar Baru Jam 10