Buruh Pabrik Kompas Agung Tuntut Pembayaran Upah

Lebih dari 350 buruh pabrik rokok Kompas Agung berunjuk rasa. Mereka menduduki kantor administrasi pabrik Kompas Agung di Kota Malang, Jawa Timur.

NUSANTARA

Rabu, 04 Des 2013 21:24 WIB

Author

Dhina Chahyantiningsih

Buruh Pabrik Kompas Agung Tuntut Pembayaran Upah

Buruh Pabrik, Kompas Agung, Upah

KBR68H, Malang – Lebih dari 350 buruh pabrik rokok Kompas Agung berunjuk rasa. Mereka menduduki kantor administrasi pabrik Kompas Agung di Kota Malang, Jawa Timur. 

Dalam aksinya, buruh menuntut upah yang sudah dua bulan tidak dibayarkan oleh perusahaan itu.

Salah satu buruh, Lasmini mengatakan, gaji buruh yang sebesar Rp 100 ribu per minggu  itu belum dibayar sejak Agustus lalu. Mereka juga diberhentikan sementara karena pabrik tidak berproduksi.

“Minta bayaran kan 8 minggu gak dibayar, juragannya cuma janji-janji saja, per minggunya 100 (Rp 100 ribu, red.) ini sudah 8 minggu hampir 9 minggu ke depan ini belum dikasih bayaran, ini kan minta masih ditunda-tunda terus kan nggak mau,” terang Lasmini di Malang, Rabu (4/12).

Sementara itu pihak perusahaan rokok Kompas Agung menjanjikan akan membayarkan upah pada akhir Desember mendatang. Mereka beralasan belum membayar upah buruh karena belum mendapat suntikan dana dari investor.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.