ASDP Ketapang Larang Warga Nyalakan Kembang Api

KBR68H, Banyuwangi - PT ASDP Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur melarang warga menyalakan kembang api di area pelabuhan saat pergantian tahun baru 2014. Manager Operasional PT ASDP Ketapang Banyuwangi Saharudin Kotto mengatakan, larangan dilakukan karena mem

NUSANTARA

Selasa, 31 Des 2013 14:05 WIB

Author

Hermawan

ASDP Ketapang Larang Warga Nyalakan Kembang Api

asdp, ketapang, kembang api, tahun baru

KBR68H, Banyuwangi - PT ASDP Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur melarang warga menyalakan kembang api di area pelabuhan saat pergantian tahun baru 2014. Manager Operasional PT ASDP Ketapang Banyuwangi Saharudin Kotto mengatakan, larangan dilakukan karena membahayakan keselamatan pelayaran.

Selain itu, di daerah tersebut juga banyak obyek vital. Diantaranya, Depo Pertamina Tanjungwangi, Gardu Induk PLN, dan Pelabuhan Tanjungwangi. Kata dia, PT ASDP juga menghimbau nahkoda kapal melarang penumpang menyalakan kembang api diatas kapal.

“Di Ketapang-Gilimanuk tidak boleh menyalakan kembang api sudah ada edaran kita ke kepolisian, semua kapal, nahkoda, juga semua instasi terkait dan masyarakat yang ada dilingkup pelabuhan. Alasan pertama di pelabuhan banyak sarana-sarana vital yang mudah terbakar. Tentu ada SPBG, terus juga sangat dekat dengan Pertamina, juga dekat dengan aspal. Jadi banyak sarana-sarana yang mudah terbakar. Yang ini sangat membahayakan termasuk dermaga kita sendiri,” ujar Saharudin Kotto kepada KBR68H.

Manager Operasional PT ASDP Ketapang Banyuwangi Saharudin Kotto. Sementara itu, pantauan KBR68H di pelabuhan ASDP Ketapang, kondisi penumpang pada libur tahun baru ini sudah mulai normal kembali.

Pasalnya, sebagian besar wisatawan sudah menyebrang ke pulau Bali pada hari Senin lalu. Di perkirakan arus balik liburan tahun baru dari pelabuhan Gilimanuk Bali terjadi pada tanggal 3 hingga 4 Januari mendatang. Untuk itu PT ASDP Ketapang menyiapkan 42 armada kapal untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kesiapan Mental sebelum Memutuskan Menikah

Kabar Baru Jam 8

Setahun Pandemi dan Masalah "Pandemic Fatigue"

Kabar Baru Jam 10