Aksi Warga Surakarta di Perlintasan Kereta Api

Seorang warga di kota Surakarta, Jawa Tengah, Mulyoto menggelar aksi tunggal kampanye stop menerobos perlintasan pintu kereta api. Sambil membawa poster, ia mengingatkan warga yang melintas di palang pintu kereta api.

NUSANTARA

Jumat, 13 Des 2013 16:19 WIB

Author

Yudha Satriawan

Aksi Warga Surakarta di Perlintasan Kereta Api

Surakarta, Perlintasan Kereta Api, Maryoto

KBR68H, Surakarta - Seorang warga di kota Surakarta, Jawa Tengah, Mulyoto menggelar aksi tunggal kampanye stop menerobos perlintasan pintu kereta api. Sambil membawa poster, ia mengingatkan warga yang melintas di palang pintu kereta api.

Ia pun tidak sungkan menegur warga yang nekat menerobos ketika kereta api melintas. Menurut Mulyoto, kecelakaan di perlintasan kereta api terjadi karena warga tidak disiplin dalam berkendara.

“Saya mengharapkan masyarakat umum jangan sampai menyeberangi atau menerobos pintu perlintasan kereta api yang sudah ditutup. Kalau kita menerobos pintu perlintasan kereta api, kita harus ingat ada keluarga yang menanti di rumah. Ini harus menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya petugas KA, polisi, dan sebagainya,” ujar Maryoto saat ditemui PortalKBR di Surakarta, Jumat (13/12).

Ia pun memberi tips saat melintasi perlintasan kereta api dengan aman.

“Mudah-mudaha aksi saya kali ini akan mengurangi jumlah warga yang nekat menerobos pintu perlintasan KA. Kalau melintasi pintu perlintasan KA, selalu tengok kanan-kiri, kalau pintu ditutup ya harus bersabar sampai kereta api melintas. Dahulukan KA. Jangan membahayakan diri,” tembah Maryoto.

Aksi tunggal warga tersebut mendapat dukungan ratusan warga yang melintas di palang pintu kereta api. Warga yang semula nekat menerobos, kembali memundurkan kendaraannya di belakang palang pintu.

Kecelakaan di perlintasan kereta api kembali terulang. Kecelakaan KRL dan truk BBM terjadi di palang pintu perlintasan kereta api di Bintaro Jakarta. Tragedi tersebut memakan lebih dari 7 korban jiwa dan menyebabkan puluhan penumpang luka-luka.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Jelang 2 Minggu, BagaimanaEvaluasi PSBB ?