Polda Kalbar Segera Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi

Polda Kalbar Segera Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi

NUSANTARA

Jumat, 14 Des 2012 11:51 WIB

Author

Radio Volare

Kalbar, Kasus Korupsi

KBR68H, Pontianak – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat dalam waktu dekat ini akan menetapkan satu kasus korupsi yang sudah lama diselidiki.

Kapolda Kalbar Tugas Dwi mengatakan, guna memudahkan penyelidikan dan penyidikan, Polda bekerja sama dengan kejaksaan karena kasus ini ada indikasi terjadinya pencucian uang. Sehingga saat dilimpahkaan ke kejaksaan, kasus tersebut bisa gampang ditangani bersama.

Tugas Dwi menambahkan, Polda juga tengah menyelidikan secara dalam tersangka yang terlibat yang merugikan daerah tersebut. Diperkirakan Minggu depan nama tersangka sudah dikantongi.

Namun demikian, Kapolda enggan membeberkan kasus apa yang segera diproses hukum tersebut. Namun isu yang beredar menyebutkan bahwa kasus yang sudah mengerucut itu adalah kasus KONI. Ia meyakinkan media jika nantinya kasus tersebut sudah final dan jelas, baru Polda akan membeberkan masalah tersebut ke publik. Untuk saat ini, Polda lebih memilih berhati-hati agar kasus yang ditangani segera bisa dilimpahkan ke kejaksaan. (Radio Volare)

Berita Terkait

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.