Bagikan:

Omset Penjualan Bebek di Jombang Turun 40 Persen

Omzet atau transaksi perdagangan unggas bebek di Jombang, Jawa Timur turun hingga 40 persen. Penurunan volume jual beli itu terjadi karena meluasnya wabah flu burung jenis baru. Peternak bebek asal Kecamatan Plandaan Ngatiman mengatakan, biasanya ia mampu

NUSANTARA

Rabu, 19 Des 2012 20:13 WIB

Author

Muji Lestari

Omset Penjualan Bebek di Jombang

KBR68H, Jombang – Omzet atau transaksi perdagangan unggas bebek di Jombang, Jawa Timur turun hingga 40 persen. Penurunan volume jual beli itu terjadi karena meluasnya wabah flu burung jenis baru. Peternak bebek asal Kecamatan Plandaan Ngatiman mengatakan, biasanya ia mampu menjual hingga 7,000 ekor bebek dalam sebulan. Namun kini omzetnya turun setengah. Turunnya omset juga disebabkan sebagian peternak enggan memperbanyak jumlah ternak karena takut merugi lebih besar.

"Merebaknya wabah penyakit mata biru untuk itik otomatis penjualan meri (anak bebek ) itu sangat berpengaruh, karena peternak disamping tidak sukses untuk membeli kembali jelas modalnya nggak ada, kemudian bagi yang modal ada itu masih ada trauma, mungkin menunggu habisnya wabah," jelas Ngatiman.

Para peternak unggas bebek resah setelah ribuan ternak bebek di Jawa TImur mati mendadak. Dalam kurun waktu dua minggu terakhir, setiap hari ratusan bebek ditemukan kejang-kejang lalu mati tanpa sebab yang pasti. Temuan itu sudah dilaporkan ke Dinas Peternakan setempat.Kementerian Kesehatan meyakini unggas-unggas itu terkena virus flu burung jenis baru.


Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Most Popular / Trending