Bagikan:

Kelompok Sekolah Berbasis Rumah Belajar tentang Candi Borobudur

KBR68H, Magelang - Sekitar 250 anak dari sekitar kawasan Candi Borobudur dan beberapa daerah di Jawa Tengah yang tergabung dalam kelompok Sekolah Berbasis Rumah, belajar mengenai Candi Borobudur pada acara Renungan Dharma Budaya Siwi di pelataran candi it

NUSANTARA

Rabu, 26 Des 2012 14:37 WIB

belajar, candi borobudur

KBR68H, Magelang - Sekitar 250 anak dari sekitar kawasan Candi Borobudur dan beberapa daerah di Jawa Tengah yang tergabung dalam kelompok Sekolah Berbasis Rumah, belajar mengenai Candi Borobudur pada acara Renungan Dharma Budaya Siwi di pelataran candi itu, Senin (24/12).

Ketua pelaksana yang juga penanggung jawab sekolah lapangan kawasan Borobudur Eri Kusumawardhani mengatakan kegiatan ini memberi pengetahuan kepada peserta mengenai Candi Borobudur sebagai candi Buddha terbesar di dunia, dan lingkungan sekitar, dalam aspek sejarah, pariwisata, ekonomi, dan sosial budaya.

Selain itu, kata dia, untuk mendorong peran aktif dan kepedulian anak terhadap upaya pelestarian dan pemanfaatan Candi Borobudur dan lingkungannya. Meningkatkan jaringan komunikasi, informasi dan keterampilan anak-anak. Ia mengatakan kegiatan ini berbentuk pentas baca puisi, geguritan, diskusi, workshop, pelatihan, dan bakti sosial.

Acara renungan budaya berlangsung di pelataran candi sebelah selatan, kemudian anak-anak membersihkan kawasan pelataran candi dengan sapu lidi sebagai bentuk kepedulian lingkungan dan pelestarian Candi Borobudur. (Radio News Merapi)

Sumber: http://newsmerapiindah.wordpress.com/berita/?blogsub=confirming#subscribe-blog

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Komunitas Biboki Lestarikan Tenun Ikat Tradisional

Living Law, Apa Dampaknya Jika Masuk dalam RKUHP?

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending