covid-19

Daya Tampung Kurang, Pasien RSUD Jombang Dirawat di Lorong

NUSANTARA

Jumat, 28 Des 2012 00:39 WIB

Author

Muji Lestari

Demam berdarah, RSUD, Jombang

KBR68H, Jombang – Kapasitas ruangan di Rumah Sakit Umum Daerah Jombang, Jawa Timur tak cukup lagi menampung pasien Demam Berdarah atau DBD.

Jumlah pasien terus bertambah sejak satu pekan terakhir. Sebagian pasien didominasi anak usia 1 hingga 12 tahun. Sebagian diantaranya terpaksa di rawat di lorong ruangan.

Wakil Direktur RSUD Jombang Puji Umbaran mengatakan, ruangan untuk merawat pasien DBD anak di rumah sakit tersebut sebenarnya hanya bisa menampung sekitar 30 pasien. Kini rumah sakit sudah merawat hingga 60 anak yang positif DBD.

"Tren DBD luar biasa. Di hari biasa mungkin kita hanya menangani sekitar lima enam kasus. Sekarang total ada 60 pasien DB," kata Puji Umbaran.

Pasian yang datang ada yang sudah mencapai tahap bahaya (grade 3 dan 4). "Tapi Alhamdulillah tidak ada kematian."

Meningkatnya jumlah pasien membuat pengelola rumah sakit terpaksa menyulap lorong-lorong menjadi tempat perawatan. "Lorong atau tempat yang biasanya dijadikan inhouse permainan anak, kita manfaatkan untuk pelayanan. Kita pasang extra bed dan bisa menampung sampai 60 tempat tidur," tambah Puji.

Puji Umbaran menjelaskan, siklus penyakit DBD umumnya marak pada awal musim penghujan. Namun demikian, rumah sakit sudah mengatisipasi tren kasus DBD itu dengan berkoordinasi dengan seluruh Puskesmas. Ia menjelaskan, melonjaknya jumlah pasien DBD itu tidak akan mempengaruhi layanan petugas terhadap pasien.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7