Dana BOS Tekan Angka Putus Sekolah di Lombok Tengah

KBR68H, Lombok - Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang digelontorkan pemerintah melalui APBN dan Bantuan Siswa Miskin (BSM) melalui APBD I dan II dapat menekan Angka Drop Out (DO) atau putus sekolah di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).

NUSANTARA

Kamis, 13 Des 2012 13:10 WIB

Author

Radio Global FM

dana bos, angka putus sekolah

KBR68H,  Lombok - Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang digelontorkan pemerintah melalui APBN dan Bantuan Siswa Miskin (BSM) melalui APBD I dan II dapat menekan Angka Drop Out (DO) atau putus sekolah di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Hingga saat ini belum ada tercatat siswa yang putus sekolah. Karena biaya sekolah sudah ditanggulangi dengan BOS dan BSM tersebut. Dengan demikian, seluruh siswa SD dan SMP sederajat, khususnya yang kurang mampu dapat bersekolah.

“Alhamdulillah hingga saat ini tidak ada yang DO dan kami berharap agar akhir tahun nanti tidak ada yang DO. Tidak adanya DO, maka hal itu akan dapat mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di NTB, khususnya Loteng. BOS dan BSM sangat berperan di dalamnya,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Loteng, Sumum, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Kamis (13/12).
 
Sumum menyebutkan, pendistribusian dana BOS tahun 2012 berbeda dengan tahun 2011 lalu. Pada 2011 lalu, penyaluran dana BOS melalui Dikpora Loteng ke rekening sekolah dan tahun ini, Dikpora NTB ke rekening sekolah. Jumlah sekolah penerima dana BOS sebanyak 589 sekolah SD/MI negeri dan swasta serta 119 SMP/MTs negeri dan swasta. Total dana BOS untuk siswa SD/MI dan SMP/MTS di Loteng sebesar Rp 71,9 miliar. Terdiri dari Rp 53,5 miliar SD sederajat dan SMP sederajat Rp 18,4 miliar.
 
Pada bulan Januari hingga Juni 2012, total dana BOS untuk SD/MI yang diterima Rp 27 miliar lebih. Terdiri dari 92.924 orang siswa SD/MI negeri sebesar Rp 26,9 miliar lebih dan SD/MI swasta Rp 146 juta lebih. Sementara total dana BOS untuk SMP/MTs Rp 9,2 miliar lebih. Terdiri dari SMP/MTs negeri Rp 8,2 miliar untuk 23.171 orang siswa dan SMP/MTs swasta Rp 1,7 miliar untuk 3.018 orang siswa.
 
Pada bulan Juli hingga Desember 2012, jumlah penerima dana BOS untuk SD/MI negeri sebanyak 90.688 orang siswa dengan dana Rp 26.2 miliar dan SD/MI swasta 431 orang siswa dengan dana Rp 124.9 juta. Dengan demikian total dana BOS untuk SD/MI negeri dan swasta sebesar Rp 26.4 miliar. Jumlah siswa SMP/MTs negeri penerima dana BOS sebanyak 22.431 siswa dengan dana Rp 7.9 miliar dan SMP/MTs swasta 3.436 siswa dengan dana Rp 1.2 miliar.
 
Sumum meminta agar seluruh sekolah penerima dana BOS dapat mengelola dengan mematuhi petunjuk teknis (juknis) BOS. Dalam hal ini, sekolah harus lebih transparan dan lebih teliti membelanjakan dana BOS. Pemantauan terus dilakukan agar sekolah penerima tidak keluar dari ketentuan yang ada. Dia berharap dengan adanya dana BOS ini dapat mewujudkan pendidikan 9 tahun di Loteng. (Radio Global FM)

Sumber:http://www.globalfmlombok.com/content/akibat-dana-bos-tidak-ada-do-di-loteng

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pilkada Serentak Diwarnai Calon Tunggal