Bagikan:

Stok Pupuk Bersubsidi di Rembang Menipis, Kartu Tani Jadi Kendala

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang memprediksi penebusan pupuk akan terus bertambah menjelang tahun 2023.

NUSANTARA

Kamis, 17 Nov 2022 19:58 WIB

Author

Musyafa

pupuk bersubsidi

Petani menyiapkan pupuk campuran Urea dan NPK di Rembang, Jawa Tengah, Kamis (17/11/2022). (Foto: KBR/Musyafa)

KBR, Rembang – Serapan pupuk bersubsidi di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah semakin meningkat, seiring dengan tingginya curah hujan, belakangan ini.

Di Kabupaten Rembang, kuota pupuk bersubsidi jenis Urea mencapai 25.300 ton dan NPK sebanyak 27.300 ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto menjelaskan penebusan Urea per November ini sudah mencapai 81 persen dari total kuota, sedangkan untuk NPK mencapai 91 persen.

Meski demikian, Agus optimistis sisa persediaan pupuk yang ada masih mampu mencukupi kebutuhan petani sampai akhir Desember tahun ini.

"Hitungan kami masa tanam pertama sampai bulan Desember, untuk Urea dan NPK cukup," kata Agus Iwan Haswanto, di Rembang, Kamis (17/11/2022).

Baca juga:


Agus Iwan mengakui terkadang petani masih menghadapi kendala penebusan pupuk dengan menggunakan Kartu Tani. Penyebabnya, Kartu Tani belum diterima oleh petani atau karena Kartu Tani tidak terdeteksi pada mesin Electronic Data Capture (EDC).

Jika terjadi semacam itu, Agus mengimbau para petani meminta bantuan petugas Balai Penyuluh Pertanian (BPP) terdekat.

"Kita siapkan bantuan administrasi dari BPP yang nanti meneruskan ke Bank BRI. Yang jelas kalau ada keluhan kendala, koordinasikan dengan petugas penyuluh, nanti biar bisa dibantu," kata Agus.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang memprediksi penebusan pupuk akan terus bertambah menjelang tahun 2023. 

Sebelum kuota baru diumumkan, perlu antisipasi agar distribusi pupuk tidak mengalami kelangkaan di moment pergantian tahun.

Selain itu, petani juga didorong untuk membiasakan diri mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, dengan memanfaatkan pupuk organik.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kejar Tayang Pengesahan RKUHP

Most Popular / Trending