Bagikan:

Polisi Bubarkan Paksa Demo Mahasiswa Papua Tolak KTT G20

Sejumlah mahasiswa dan polisi terluka saat aparat keamanan membubarkan paksa unjuk rasa menolak Konferensi Tingkat Tinggi KTT G20 di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (16/11/2022).

NUSANTARA

Rabu, 16 Nov 2022 18:14 WIB

KTT G20

Aksi mahasiswa Papua tolak KTT G20 saat dihadang aparat di Abepura, Rabu (16/11/2022). (Foto: KBR/Arjuna/Dok Mahasiswa)

KBR, Jayapura - Sejumlah mahasiswa dan polisi terluka saat aparat keamanan membubarkan paksa unjuk rasa menolak Konferensi Tingkat Tinggi KTT G20 di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (16/11/2022).

Pembubaran unjuk rasa itu diwarnai tembakan gas air mata. Polisi membubarkan unjuk rasa, saat massa berupaya menerobos barikade polisi untuk melakukan longmarch ke kantor DPR Papua.

Kapolres Kota Jayapura Victor Mackbon mengatakan, polisi menangkap tujuh orang yang diduga sebagai provokator dalam unjuk rasa itu.

Victor mengatakan saat pembubaran aksi, tiga anggota polisi terluka karena terkena lemparan batu. Mereka kini menjalani perawatan di rumah sakit.

Victor mengatakan awalnya aksi berjalan damai. Namun massa yang berada di salah satu titik kumpul berupaya menerobos barikade polisi.

"Kita sudah amankan, kurang lebih ada tujuh orang yang diduga provokator, yang melawan petugas. Tentunya kita akan lakukan proses lebih lanjut dan juga ada personel kita yang luka, yang sekarang dirawat di rumah sakit. Yang luka karena lemparan batu. Awalnya kita juga melarang (aksi ini). Tetapi kita punya niatan yang baik untuk melokalisir untuk menyampaikan aspirasi," kata Victor Mackbon, Rabu (16/11/2022).

Baca juga:


Kapolres Kota Jayapura, Victor Mackbon mengatakan, pengunjuk rasa yang ditangkap dibawa ke Mapolres Kota Jayapura untuk diperiksa.

Salah satu mahasiswa yang terkena pukulan polisi, Riko Yeimo mengatakan ia bersama sejumlah pengunjuk rasa lainnya dipukul saat pembubaran.

Riko Yeimo mengalami luka di bagian kepala. Ia mengaku dipukul polisi menggunakan kayu.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Cendrawasih Papua, Yuniel Pahabol juga mengaku dipukul aparat keamanan dalam pembubaran paksa itu.

Mahasiswa menolak penyelenggaraan KTT G20 dan mendesak pemerintah lebih memprioritaskan penyelesaian masalah di Papua. Massa menganggap pemerintah pusat selama ini tidak serius mengatasi masalah Papua, khususnya pelanggaran hak asasi manusia.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Rendahnya Serapan APBN hingga Penghujung 2022

Most Popular / Trending