Bagikan:

Korban Hilang Gempa Cianjur Belum Ditemukan, Bupati Minta Perpanjangan Masa Pencarian

"Mohon doanya mudah-mudahan dalam waktu tiga hari, bahkan satu hari pun kalau besok ketemu ya Basarnas akan berakhir,"

NUSANTARA

Rabu, 30 Nov 2022 19:43 WIB

Warga korban gempa Cianjur beristirahat di tenda di sekitar reruntuhan rumah, Selasa (29/11/22). (Fo

Warga korban gempa Cianjur beristirahat di tenda di sekitar reruntuhan rumah, Selasa (29/11/22). (Foto: Antara/Novrian Arbi)

KBR, Bandung - Masa pencarian korban gempa bumi bermagnitudo 5,6 yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akan diperpanjang selama tiga hari mendatang.

Bupati Cianjur Herman Suherman beralasan, masa tanggap darurat dari Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) resmi berakhir pada hari ke-10. Sementara di lapangan, masih ada 12 korban gempa yang masih hilang atau dalam pencarian.

"Namun melihat kondisi di lapangan dan melihat kondisi ahli waris, yang mana masih ada berharap untuk ditemukan korban yang hilang di lokasi tanah longsor tersebut. Mohon doanya mudah-mudahan dalam waktu tiga hari, bahkan satu hari pun kalau besok ketemu ya Basarnas akan berakhir," ujar Herman dalam siaran pers daring, dikutip dari akun Youtube Jabarprov TV, Rabu (30/11/2022).

Sementara terkait perkembangan pencarian korban gempa hari ini, Herman yang juga Ketua Satgas Penangangan Gempa Bumi Cianjur menyebutkan, tim gabungan berhasil menemukan tambahan satu korban meninggal.

"Sehingga berdasarkan data per pukul 15.00 WIB, dengan ditemukannya satu jenazah korban gempa bumi jumlah warga yang meninggal akibat bencana alam ini menjadi 328 orang," jelasnya.

Untuk warga yang mengalami luka berat, lanjut Herman, mencapai 595 orang dan dari jumlah itu, 61 orang masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur.

"Sebanyak 109 jiwa masih mengungsi, yang tersebar di 169 desa dan 16 kecamatan yang terdampak," katanya.

Berita terkait:

Sedangkan total rumah warga yang rusak akibat gempa mencapai 17.864 unit. Terdiri dari 8.182 unit rusak ringan, 5.306 unit rusak sedang dan 4.376 unit rusak berat.

"Ada 14 unit fasilitas kesehatan, 190 tempat ibadah rusak, 511 fasilitas pendidikan dan 17 kantor dan gedung juga mengalami kerusakan," ungkapnya.

Bantah Korban Gempa Tak Perlu Bantuan

Herman juga menambahkan, warga Cianjur masih mengalami kesulitan dan memerlukan bantuan. Pernyataannya ini sekaligus mengklarifikasi beredarnya isu di media sosial yang menyebut warga Cianjur tidak lagi memerlukan bantuan.

"Warga Cianjur masih tetap membutuhkan bantuan. Tidak hanya saat ini, tapi hingga kondisi seluruhnya stabil. Kini masyarakat belum dapat berpenghasilan, ekonomi juga belum bisa tumbuh dan masih masa pemulihan," tegas Herman.

Sementara Kapolres Cianjur, Doni Hermanto turut membantah informasi terkait penolakan bantuan dari warga Cianjur yang marak beredar di media sosial.

"Informasi adanya penolakan bantuan dari warga Cianjur itu dipastikan tidak benar, karena masyarakat Cianjur sangat-sangat membutuhkan bantuan ini," kata Doni.

Doni juga mengakui tidak meratanya penyaluran bantuan untuk korban gempa Cianjur lantaran beberapa lokasi bencana masih ada yang susah dijangkau.

"Untuk itu solusi menyalurkan bantuan ke korban bencana alam, tim gabungan menggunakan rombongan sepeda motor," pungkas Doni Hermanto.

Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 7

Laku Ramah Lingkungan dari Bilik Kecil Kantin Sekolah di Bali

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending