Bagikan:

Kapolda Papua: Cari dan Tangkap Pelaku Kerusuhan di Dogiyai

Tim gabungan TNI/Polri yang ada di Dogiyai juga mendalami adanya laporan warga yang tertembak saat kerusuhan.

NUSANTARA

Selasa, 15 Nov 2022 14:31 WIB

Kapolda Papua: Cari dan Tangkap Pelaku Kerusuhan di Dogiyai

Kondisi Pasar Monemani, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah setelah amuk massa, Sabtu, 12 November 2022-Foto: Gerson Douw

KBR, Jayapura- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Mathius D Fakhiri memerintahkan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Faizal Ramadhani, mencari dan menangkap pelaku kerusuhan di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, yang terjadi pada Sabtu, 12 November 2022.

Mathius D Fakhiri mengatakan kini tim Direskrimum Polda Papua telah berada di Dogiyai. Mereka tengah menyelidiki amuk massa yang berawal dari kecelakaan lalu lintas, yang berujung pembakaran puluhan rumah warga dan perkantoran di sana.

Menurutnya, pelaku pembakaran mesti dicari, ditangkap, dan diproses hukum, sebab tindakan yang mereka lakukan adalah perbuatan kriminal. Kata dia, aksi tersebut tidak dibenarkan apa pun alasannya.

"Saya memerintahkan kadirkrimum (yang) sekarang sudah di sana (Dogiyai), cari pelakunya dan tangkap dan proses. Inikan mereka selalu menunggu momen. Lakalantas dibawa untuk membunuh orang lain, membakar rumah orang lain. Saya melihatnya (ini) kriminal. Lakalantas jangan dijadikan momen untuk merusak, atau membakar bahkan membunuh orang lain," kata Mathius D Fakiri, Senin, (14/11/2022).

Mathius D Fakhiri mengatakan Polda Papua telah menambah personel Brimob untuk membantu pengamanan pasca-kerusuhan di Dogiyai.

Tim gabungan TNI/Polri yang ada di Dogiyai juga mendalami adanya laporan warga yang tertembak saat kerusuhan, serta mencari lima orang warga yang belum diketahui keberadaannya.

Pendataan dan Seruan Menahan Diri

Hal yang sama juga disampaikan Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, merespons kerusuhan di wilayahnya. Yakobus meminta aparat keamanan mengambil langkah hukum, tidak hanya terhadap pelaku pembakaran, tetapi juga kepada sopir truk yang menabrak seorang anak berusia lima tahun, yang memicu amuk massa.

Yakobus juga menyerukan kepada semua pihak di Dogiyai untuk menahan diri, dan tidak terpengaruh provokasi dari pihak manapun, agar tidak menimbulkan masalah baru.

Selain itu, Pemkab Dogiyai juga akan mendata kerugian akibat kerusuhan, agar pemerintah daerah dapat mengambil langkah membantu warga yang menjadi korban.

Penyebab Kerusuhan

Kerusuhan di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, menyebabkan 82 rumah kios milik warga dan enam kantor pemerintahan terbakar. Dua orang ditemukan tewas setelah kerusuhan.

Seorang ditemukan tewas diduga akibat tertembak, dan satu lainnya ditemukan terkubur tak jauh dari rumahnya yang terbakar.

Kerusuhan ini juga menyebabkan ratusan warga untuk sementara waktu mengungsi ke Kabupaten Nabire, dan lima orang yang belum diketahui keberadannya masih dalam pencarian.

Kerusuhan di Dogiyai terjadi bermula dari kecelakaan lalu lintas. Sebuah truk menabrak anak laki-laki berusia lima tahun hingga tewas di Kampung Ikebo, Distrik Kamuu, Sabtu, 12 November 2022. Kecelakaan ini memicu kemarahan sekelompok warga di sana. 

Baca juga:

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kejar Tayang Pengesahan RKUHP