covid-19

Pemprov DIY: Klaster Sekolah di Bantul karena Satgas Sekolah Lengah

Munculnya klaster sekolah dalam penyebaran virus korona itu awalnya dibawa oleh salah satu siswa dari lingkungan keluarga.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 10 Nov 2021 23:05 WIB

Author

Ken Fitriani

klaster sekolah

Ilustrasi kegiatan pembelajaran tatap muka PTM. (Foto: ANTARA/Teguh Prihatna)

KBR, Yogyakarta – Belum lama ini ditemukan adanya klaster penyebaran COVID-19 di SMK Negeri 1 Sedayu, Bantul.

Munculnya klaster sekolah dalam penyebaran virus korona itu awalnya dibawa oleh salah satu siswa dari lingkungan keluarga. Dari kasus pertama, virus ditularkan kepada siswa lain dan guru. Penularannya meluas hingga ke sekolah lainnya di Kecamatan Sedayu.

Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan meluasnya kasus tersebut lantaran adanya kelengahan dari Satuan Tugas COVID-19 di sekolah. Terutama terkait pengawasan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama proses pembelajaran tatap muka berlangsung.

"Sekolah yang juga harus lebih hati-hati lagi. Jam pelajarannya jangan terlalu banyak, kemudian tidak buka kantin itu sudah wajib. Kalau penularannya massif itu pasti ada kelengahan dari Satgas sekolah yang melonggarkan kerumunan," kata Aji di Komplek Kepatihan Yogyakarta, Rabu (10/11/2021).

Baca juga:

PTM Dievaluasi

Dengan adanya klaster sekolah tersebut, Aji meminta agar semua pembelajaran tatap muka dievaluasi.

Hasil evalulasi tersebut kemudian diterapkan di seluruh sekolah di DI Yogyakarta. Salah satunya adalah mengurangi durasi pembelajaran tatap muka.

"Tidak semua sama. Anak SD dan PAUD cukup satu jam. Tapi jangan lebih dari dua setengah jam. Kan bisa dibuat dua sesi. Kalau lebih dari dua setengah jam itu ada waktu istirahat dan mereka kumpul," tambah Aji.

Aji berharap, keluarga juga turut melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan siswa.

Begitu juga dengan siswa yang merasa tidak enak badan untuk tidak datang ke sekolah dan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk memastikan apakah terpapar Covid-19 atau tidak.

"Kalau dia merasa sakitnya di sekolah ya langsung melapor ke satgas di tingkat sekolah untuk dilakukan tes. Antigen dulu baru nanti kita lakukan PCR," jelasnya.

Dengan adanya kasus yang ditemukan di SMK Negeri 1 Sedayu tersebut, Pemprov DIY mencatatkan tambahan kasus harian Covid-19 tertinggi pada Selasa (9/11/2021) sebanyak 33 kasus. Dari 33 kasus tersebut, 31 kasus diantaranya ditemukan di Kabupaten Bantul dan dua kasus lainnya di Kabupaten Sleman.

Aji menambahkan, tidak hanya siswa saja yang membawa penularan dari rumah, melainkan ada salah seorang guru yang teridentifikasi membawa virus tersebut dari sekolah ke rumah.

"Selain siswa, dari hasil pelacakan sementara yang dilakukan oleh teman-teman Disdikpora DIY juga menemukan adanya guru yang membawa virus dari rumah," kata eks Kepala Disdikpora DIY itu.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Popsiklus, Pemain Lama Bisnis Daur Ulang yang Makin Relevan