covid-19

Guru Penggerak Buat Film Dokumenter Seni Tradisi

Materinya, berisi tentang berbagai seni tradisi khas Banjarnegara, yang kini terancam punah.

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Selasa, 16 Nov 2021 13:42 WIB

Guru Penggerak di Banjarnegara

Duta Seni Banjarnegara saat tampil di Taman Mini Indonesia Indah, 2017. (Foto: budparbanjarnegara.com)

KBR, Banjarnegara - Para Guru Penggerak di 20 sekolah di Banjarnegara, Jawa Tengah, mulai pekan ini melakukan pengambilan gambar untuk pembuatan film dokumenter. Materinya, berisi tentang berbagai seni tradisi khas Banjarnegara, yang kini terancam punah.

Koordinator Program Organisasi Penggerak (POP) Yayasan Sahabat Muda Indonesia (YSMI), Heni Purwono mengatakan, budaya, tradisi dan beragam sejarah di Banjarnegara, suatu saat bisa punah kalau tidak dilestarikan. Padahal, semua itu bermanfaat untuk pembelajaran generasi masa depan, sekaligus merupakan warisan budaya tak benda.

“Mendokumenterkan seni tradisi, yang secara kasat mata, kalau kita melihat usia pelestarinya, yang di atas 70 tahun, sangat penting ya. Karena ini adalah warisan budaya takbenda, yang paling tidak, kalau ke depan warisan seperti ini punah, setidaknya kita memiliki dokumenternya. Semoga saja tidak ya. Sehingga generasi mendatang bisa merekonstruksi seni tradisi yang ada,” kata Heni Purwono, Selasa (16/11/2021).

Heni juga mencontohkan, Guru Penggerak di SMP Negeri 2 Karangkobar, yang mendokumentasikan tradisi Seni Ngelik. Tradisi ini melagukan salawat nabi diiringi rebana dengan nada tinggi. Seni Ngelik kini terancam punah, karena tingkat kesulitan melakukannya, dan hampir tidak ada generasi muda yang tertarik melestarikannya.

Sedangkan Guru Penggerak di SMP Negeri 1 Banjarmangu melakukan pengambilan gambar Watu Lembu atau situs peninggalan masa Hindu-Buddha.

Baca juga:

Longsor di Banjarnegara, Balita Tewas Tertimbun

Kemendikbud dan Kemenag Susun Kurikulum Moderasi Beragama, Apa Itu?

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Sistem Dukungan dalam Pengambilan Keputusan

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7