covid-19

Dampak Kebakaran Kilang Pertamina Cilacap Diperkirakan Capai Radius 20 KM

Di sisi utara diperkirakan wilayah paling terdampak meluas hingga Tritih Kulon, Kecamatan Jeruklegi. Sementara, di sisi timur, wilayah terdampak meluas hingga Menganti, Kecamatan Kesugihan.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 15 Nov 2021 14:21 WIB

Kobaran api terlihat di Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (14/

Kobaran api terlihat di Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (14/11/21) dini hari. (FOTO: Antara/Idhad Zakariafoc)

KBR, Cilacap – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah memperkirakan wilayah terdampak kebakaran tangki di Kilang Pertamina Cilacap mencapai radius 20 kilometer dan cenderung ke arah timur laut.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Cilacap, Gatot Arif Widodo mengatakan perkirakaan itu didapat setelah berkoordinasi dengan lintas sektor terutama Badan Meterorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). 

Gatot mengatakan salah satu indikator penting adalah arah dan kecepatan angin saat peristiwa itu terjadi, antara Sabtu malam hingga Minggu pagi.

Dia menjelaskan, di sisi utara diperkirakan wilayah paling terdampak meluas hingga Tritih Kulon, Kecamatan Jeruklegi. Sementara, di sisi timur, wilayah terdampak meluas hingga Menganti, Kecamatan Kesugihan, sebagai titik terjauh.

Baca Juga: 

Namun begitu, Gatot mengatakan ada kemungkinan wilayah terdampak lebih dari 20 kilometer, atau berada di ring dua. Saat ini tim gabungan masih menunggu laporan dari para kepala desa, lurah dan camat mengenai dampak kebakaran di area kilang Pertamina.

BPBD Cilacap telah bertemu dengan pemerintah kecamatan, lurah, kepala desa, maupun perwakilan Pertamina pada Minggu (14/11/2021). Pertemuan tersebut membicarakan opsi recovery lingkungan usai insiden kebakaran. 

Dari pertemuan itu, kata Gatot, Pertamina berkomitmen untuk memberikan ganti rugi baik kepada perorangan maupun perusahaan yang terdampak kebakaran itu.

“Pada sore harinya, ada pertemuan antarpihak. Pertamina dengan para lurah dan camat, dan LPMK. Bagaimana skenario recovery, pengembalian lingkungan terdampak itu kembali bersih. Sebagai salah satu catatan kita bahwa area terdampak itu kurang lebih sekitar 20 kilometer, ringnya. 20 kilometer dari TKP. Tapi masih ada kemungkinan berdampak ke ring dua,” kata Gatot Arif Widodo, Senin (15/11/2021).

Meski Pertamina bersedia untuk melakukan recovery, warga diharapkan dapat membersihkan lingkungannya secara mandiri dengan dukungan alat yang tersedia. 

Gatot mengklaim warga sudah mulai membersihkan secara mandiri sumurnya dengan mesin pompa. Selain itu, mereka juga membersihkan lingkungan dengan kerja bakti. Tim BPBD akan membantu warga menguras dan membagikan tawas untuk membersihkan sumber air terbuka.

Editor: Ranu Arasyki

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Popsiklus, Pemain Lama Bisnis Daur Ulang yang Makin Relevan