covid-19

9 Pelajar di Cirebon Positif Covid-19, PTM Jalan Terus

"Dari uji tersebut, terkonfirmasi 5 orang pelajar positif covid-19 dari hasil tes PCR. Setelah kasus itu muncul, Satgas melakukan tracing. Kemudian 4 orang pelajar kembali positif"

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 05 Nov 2021 20:57 WIB

Author

Frans Mokalu

9 Pelajar di Cirebon Positif Covid-19, PTM Jalan Terus

ilustrasi pembelajaran tatap muka. (Foto: Antara)

KBR,Cirebon – Sebanyak 9 pelajar di Kota Cirebon, Jawa Barat terkonfirmasi positif covid-19.

Kasus pertama muncul setelah Satgas Penanganan covid-19 Kota Cirebon melakukan uji sampling di 6 sekolah yang diikuti oleh 600 pelajar dari tingkat SD hingga SMA, dan pondok pesantren, awal November lalu.

"Dari uji tersebut, terkonfirmasi 5 orang pelajar positif covid-19 dari hasil tes PCR. Setelah kasus itu muncul, Satgas melakukan tracing. Kemudian 4 orang pelajar kembali positif (virus korona)," kata Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Cirebon Agus Mulyadi, Jumat (5/11/2021).

Agus menyebut, meskipun positivity rate-nya masih rendah atau di bawah 1 persen, Satgas Covid-19 Cirebon akan melakukan pencegahan, agar penyebaran virus korona bisa ditekan.

“Meski dari kasus baru itu positivity rate-nya masih rendah, tapi kita tetap waspada,” ungkapnya.

Minggu depan, kata dia, Satgas Covid-19 Cirebon akan kembali melakukan uji sampling ke sejumlah sekolah dengan siswa yang lebih banyak, dan juga tingkat posibility-nya tinggi.

“Kita sudah menetapkan minimal 10 persen dari populasi sekolah itu dilakukan sampling. Kita sudah susun bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk melakukan uji sampling,” imbuhnya.

Baca: Antisipasi Klaster Sekolah, Banyuwangi Tes Usap Acak Ribuan Siswa

Meski ada kasus positif covid-19, Agus memastikan, kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tetap berjalan seperti biasa dengan mengetatkan monitoring protokol kesehatan.

“PTM tetap berjalan karena masih di bawah 1 persen. Kami minta Dinas Pendidikan melakukan monitoring kembali pemberlakuan prokes di sekolah,” ujarnya.

Baca juga: Vaksin Kedaluarsa di Kudus, Satgas: Daerah Jangan Tunda Vaksinasi

Dia menambahkan, jika positivity rate-nya mencapai 5 persen maka pihaknya akan menutup PTM dan kembali melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

“Kalau kita lihat ada yang terkonfirmasi 1 lokal itu diliburkan, tapi kalau positivity ratenya diatas 5 persen akan kita tutup PTM-nya,” pungkas Agus Mulyadi.

Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Popsiklus, Pemain Lama Bisnis Daur Ulang yang Makin Relevan