Penataan Malioboro, Pemprov DIY Kesulitan Cari Lahan Parkir

Rekayasa dilakukan untuk menemukan formula yang tepat guna mendukung rencana pedestrian penuh di Jalan Maliboro.

NUSANTARA

Rabu, 04 Nov 2020 10:19 WIB

Author

Ken Fitriani

Penataan Malioboro, Pemprov DIY Kesulitan Cari Lahan Parkir

Jalur pejalan kaki di Jalan Malioboro, Jogja. (Foto: Febriana)

KBR, Yogyakarta- Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kesulitan mencari lahan kosong untuk lokasi parkir di kawasan Malioboro. Terutama untuk kendaraan roda empat dan bus.

Hal ini disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, menanggapi uji coba rekayasa sistem satu arah (SSA) dan semi-pedestrian di Malioboro, Selasa kemarin.

Rekayasa dilakukan untuk menemukan formula yang tepat guna mendukung rencana pedestrian penuh di Jalan Maliboro.

"Masih punya keterbatasan untuk tempat parkir ya. Sehingga mereka bisa bagaimana bisa diatur sedemikian rupa. Saya ndak tahu persis nanti kondisinya seperti apa. Karena tidak mudah mencari ruang yang kosong di sekitar itu," kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Selasa (3/11/2020).

Sultan menambahkan uji coba akan dilaksanakan hingga 15 November 2020. Ia berharap, segera ditemukan solusi lokasi mana yang akan digunakan untuk kantong parkir.

Selain itu, pemprov juga berupaya meningkatkan kelas Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Malioboro. Antara lain dengan memberikan ruangan lebih baik di bangunan eks Hotel Mutiara yang sudah dibeli pemda setempat.

Hal itu dilakukan agar lebih menarik minat pembeli dan meningkatkan omzet para pedagang.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Utang Negara Kian Meningkat

Kabar Baru Jam 7

Peran UMKM Pangan dalam Pemberdayaan Ekonomi Gambut

Kabar Baru Jam 8

Desakan Memberantas Intoleransi di Sekolah