Klaster Perkantoran di Banyuwangi Kembali Muncul

Klaster perkantoran Pengadilan Negeri Banyuwangi, Kantor Dinas Perhubungan Banyuwangi dan Kantor Dinas Kesehatan Banyuwangi

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 24 Nov 2020 13:49 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Klaster Perkantoran di Banyuwangi Kembali Muncul

Ilustrasi Swap Test. (Foto: JC Gellidon/Unsplash)

KBR, Banyuwangi- Penularan Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur hingga akhir November 2020 tergolong cukup tinggi. Ini semakin diperkuat dengan ditemukannya klaster perkantoran oleh Satgas penanganan Covid-19 Banyuwangi.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi, Wiji Lestariono mengatakan, klaster perkantoran yang baru muncul ini ada tiga  yakni Kantor Pengadilan Negeri Banyuwangi, Kantor Dinas Perhubungan Banyuwangi dan Kantor Dinas Kesehatan Banyuwangi. Dari tiga  kantor itu ada 10 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

“Beberapa waktu klaster perkantoran tidak terdengar yang terakhir kemarin di PU. Tapi kemudian muncul lagi di Dishub contohnya ada beberapa orang yang terpapar Covid-19, masuk klaster total ada empat orang. Dan satu lagi yang terakhir Dinas Kesehatan. Jadi ini kekuatan tracing, jika ada satu konfirmasi di suatu kantor dilakukan tracing dan tracing ini menyasar kontak erat siapa saja ada kriterianya,” ujar Wiji Lestariono hari ini Selasa (24/11/2020) di Banyuwangi.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi, Wiji Lestariono menambahkan, selain munculnya kembali klaster perkantoran, angka kematian karena Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi juga tinggi. Hingga akhir November 2020 ini tercatat ada hampir 200 orang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, sebagian besar berusia 50 tahun ke atas dan disertai dengan penyakit bawaan atau komorbid.

Hingga November 2020, Kabupaten Banyuwangi masuk dalam zona oranye. Hingga hari ini jumlah pasien postif secara kumulatif mencapai 2300 orang lebih.

Editor: Friska Kalia


Catatan: Redaksi melakukan sejumlah perbaikan saltik pada Rabu (25/11/20).

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10