Kasus Covid-19 di Yogya Naik, Sultan Minta Tambahan Tenaga Medis

“Dengan kenaikan ini kita minta bantuan dari Jakarta untuk 100-150 dokter sama perawat, dengan harapan untuk mencukupi di sini, karena sebagian di sini ditarik ke Jakarta,“

NUSANTARA | RAGAM

Senin, 30 Nov 2020 17:31 WIB

Author

Ken Fitriani

Kasus Covid-19 di Yogya Naik, Sultan Minta Tambahan Tenaga Medis

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat ditemui di Kompleks Kepatihan DIY, Senin (30/11/2020). (Foto : KBR/ Ken).

KBR, Yogyakarta- Kasus Covid-19 di DIY meningkat signifikan dari hari ke hari. Tren kenaikan itu mengakibatkan menipisnya jumlah tempat tidur di rumah sakit rujukan, shelter, dan kurangnya tenaga kesehatan (nakes).

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X  meminta bantuan nakes dari Jakarta. Bantuan itu akan di tempatkan di rumah sakit rujukan yang kekurangan.

“Dengan kenaikan ini kita minta bantuan dari Jakarta untuk 100-150 dokter sama perawat dengan harapan untuk mencukupi di sini, karena sebagian di sini ditarik ke Jakarta,“ ungkap Sultan di Komplek Kepatihan DIY, Senin (30/11/2020).

Dinas Kesehatan juga sudah mengajukan sekitar 200 nakes untuk di tempatkan di tiga rumah sakit rujukan, yakni RSUP Dr. Sardjito, RSA UGM, dan RSPAU Hardjolukito.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, saat ini Pemprov DIY sudah menambah 100 tempat tidur di RSPAU Hardjolukito dan nakes untuk rumah sakit rujukan yang membutuhkan.

“Kita sudah punya cadangan 100 kamar di RS Hardjolukito,“ terang Sultan.

Sultan menambahkan, pasien terpapar Covid-19 di DIY sebagian besar merupakan orang tanpa gejala (OTG) yang sebetulnya tidak memerlukan perawatan di RS. Karenanya, Sultan telah berkoordinasi dengan tim untuk memantau dan mengevaluasi hal tersebut.  .

Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Utang Negara Kian Meningkat

Kabar Baru Jam 7

Peran UMKM Pangan dalam Pemberdayaan Ekonomi Gambut

Kabar Baru Jam 8

Desakan Memberantas Intoleransi di Sekolah