900 Jiwa Mengungsi Akibat Erupsi Merapi

Pengungsi berasal dari 3 Kabupaten yakni Magelang, Boyolali dan Klaten

BERITA | NUSANTARA

Senin, 09 Nov 2020 13:25 WIB

Author

Anindya Putri

900 Jiwa Mengungsi Akibat Erupsi Merapi

Kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (6/10/2020). (Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah)

KBR, Semarang- Badan Penanggulangan Bencaan Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat sebanyak 961 jiwa di 3 kabupaten yang mengungsi akibat terdampak erupsi Gunung Merapi.

PLT BPBD Jateng, Safrudin mengungkapkan warga yang mengungsi berasal dari 3 Kabupaten yakni Magelang, Boyolali dan Klaten dengan total 9 Desa.

"Data jumlah pengungsi sekitar 961 Jiwa dari Magelang 786 jiwa, Klaten 175 jiwa dan Boyolali tadi baru mau diungsikan dari beberapa dusun di Tlogolele di ke Shelter sekitar 50 jiwa. Ada 16 tempat pengungsian di beberapa titik ada juga yang melalui sister village/desa pasuduluran," ungkap Safrudin kepada KBR di Semarang, Senin (09/11/20).

Ia menjelaskan, saat ini BPBD juga berkoordinarsi dengan pemerintah daerah untuk menyediakan posko pengungsian dengan protokol kesehatan Covid-19 salah satunya dengan cara memberi sekat antar pengungsi serta penyemprotan disenfektan.

"Posko pengungsian juga diterapkan protokol kesehatan," katanya.

Safrudin menambahkan, selain posko pengungsian dengan penerapan protokol kesehatan, evakuasi warga juga mengutamakan kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, lansia dan difabel.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gunung Merapi saat ini berstatus siaga. Masyarakat daerah yang terdampak bahaya akibat erupsi Gunung Merapi, berada pada radius tiga hingga lima kilometer dari puncak diminta untuk waspada.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Pesan untuk Kapolri Baru terkait Catatan Pelanggaran HAM

Sudah Negatif Covid, Perlu Swab Ulang?

Kabar Baru Jam 8

Strategi Pengusaha Hotel dan Resto Merespons PPKM