Pasca-Rusuh, 10 Ribu Murid dan Ratusan Guru di Wamena Belum Kembali Sekolah

"Kita update data kemarin untuk guru per-11 November kemarin. Dari 971, itu kita hitung termasuk ASN dan guru honor ya, itu yang hadir baru 630.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 20 Nov 2019 13:58 WIB

Author

Arjuna Pademme

Pasca-Rusuh, 10 Ribu Murid dan Ratusan Guru di Wamena Belum Kembali Sekolah

Anggota Polri melakukan pemulihan trauma pascakerusuhan untuk siswa SD Yayasan Pendidikan Islam Kota Wamena, Papua, Sabtu (12/10/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta-  Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, Papua, Bambang Budiandoyo menyatakan hingga kini tercatat sebanyak 10.210 siswa semua tingkatan (TK, SD, SMP dan SMA/SMK) pada 64 sekolah terdampak, belum aktif ke sekolah tanpa keterangan, pasca-demonstrasi rusuh di Kota Wamena, 23 September 2019. Ia mengatakan jumlah keseluruhan siswa yang terdampak kerusuhan sebanyak 17.425 orang.

Bambang mengatakan, yang telah aktif bersekolah kini sebanyak 7.215 siswa, sedangkan 622 lainnya telah pindah sekolah ke daerah lain.

"Kita update data kemarin untuk guru per-11 November kemarin. Dari 971, itu kita hitung termasuk ASN dan guru honor ya, itu yang hadir baru 630. Dari TK, SD, SMP,SMA/SMK. Jadi 65 persen lah. Kita tidak menghitung secara rinci ASN-nya berapa, honornya. Tidak, karena kita berpikir tenaga pengajar yang mengajar di sekolag itu," kata Bambang Budiandoyo, Rabu (20/11/2019).

Menurutnya, meski kini sebagai besar siswa sekolah terdampak rusuh di Kota Wamena belum aktif ke sekolah, akan tetapi setiap pekan ada penambahan kehadiran siswa dan guru di sekolah.
Khusus siswa yang hingga kini tanpa keterangan kata Bambang, dinas  telah berkomunikasi dengan para guru melakukan administrasi pendataan kesiswaan.

"Untuk sekolah di luar Kota Wamena, proses pembelajaran di mulai dari TK, SD, SMP, SMA/SMK mulai membaik. Kami mempunyai 215 sekolah di seluruh Jayawijaya, 34 TK, 124 SD, 36 SMP, 13 SMA, dan enam SMK," ujarnya.

Katanya, untuk sekolah di luar Kota Wamena, Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) melakukan pemantapan proses pembelajaran.

"Memang butuh fokus untuk memastikan administrasi kesiswaan dan penilaian supaya tidak merugikan," ucapnya. 


Pada 23 September 2019, Kota Wamena dilanda kerusuhan besar. Kerusuhan itu menelan setidaknya 31 korban jiwa, merusak sekitar 700 bangunan rumah dan kantor, serta merusak ratusan unit mobil dan sepeda motor.
 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme