Peringati Maulid Nabi, Keraton Yogyakarta Keluarkan Enam Gunungan

"Gunungan ini adalah berbagai jenis makanan dan sayur-sayuran yang diatur disusun meninggi menyerupai bentuk gunung"

BERITA , NUSANTARA

Rabu, 21 Nov 2018 14:56 WIB

Author

Eka Juniari

Peringati Maulid Nabi, Keraton Yogyakarta Keluarkan Enam Gunungan

Gunungan dibawa dari Kraton Yogyakarta menuju Masjid Kauman untuk diperebutkan dalam Garebeg Maulud. (Foto: KBR/Eka Juniari)

KBR, Yogyakarta- Keraton Yogyakarta mengelar upacara adat Garebeg Maulud untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad. Sebanyak enam gunungan dikeluarkan dari Pagelaran Keraton Yogyakarta untuk dibagikan kepada ribuan masyarakat yang sudah bersiap sejak pagi di halaman Masjid Gede Kauman Yogyakarta.

Kabid Informasi dan Statistik Dinas Kominfo dan Persandian Kota Yogyakarta, Tutik Susiatun mengatakan, enam gunungan tersebut adalah gunungan lanang sebanyak tiga buah, gunungan wadon, gunungan dharat dan gunungan gepak. Selain itu ada juga gunungan pengiring yaitu pawuhan, picisan, tenggok, angkring dan songgon. Sebanyak sepuluh pasukan atau bregada prajurit mengiringi prosesi keluarnya gunungan dari Keraton menuju Masjid Gede Kauman.

"Gunungan ini adalah berbagai jenis makanan dan sayur-sayuran yang diatur disusun meninggi menyerupai bentuk gunung. Gunungan ini melambangkan sedekah dari raja Keraton Yogyakarta yang oleh warga dianggap membawa berkah," kata Tutik di Alun-alun Utara Yogyakarta, Rabu (21/11/2018).

Salah seorang warga yang turut berdesakan untuk mendapatkan bagian gunungan garebek adalah Sri Lestari. Ia mengaku datang khusus untuk mengikuti Garebeg Maulud. Sri mengaku akan menyimpan bilah bambu dari rangka gunungan yang berhasil didapatkannya. 

"Saya simpan saja, untuk kenang-kenangan," kata Sri usai acara. 

Garebeg Maulud adalah garebeg yang diselenggarakan pada bulan Maulud atau bulan Rabiulawal sesuai penanggalan Jawa Mataram. Dalam satu tahun, eKraton Yogyakarta menyelenggarakan tiga kali upacara garebeg, yaitu Garebeg Maulud, Garebeg Besar dan Garebeg Syawal.

Editor: Friska Kalia

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.