Share This

Bikin Ulah, 20 Napi Terorisme & Narkoba Dipindah ke Nusakambangan

Sebanyak 20 narapidana kasus terorisme dan narkoba dari sejumlah lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Jawa Timur dipindah ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

BERITA , NUSANTARA

Selasa, 27 Nov 2018 17:09 WIB

Bikin Ulah, 20 Napi Terorisme & Narkoba Dipindah ke Nusakambangan

Gerbang Lapas Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: KBR/ M Ridlo)

KBR, Cilacap - Sebanyak 20 narapidana kasus terorisme dan narkoba dari sejumlah lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Jawa Timur dipindah ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Perkaranya, menurut Koordinator Kepala Lapas Nusakambangan Hendra Eka Putra, puluhan napi tersebut bikin onar di masing-masing lapas asalnya.

Pemindahan dilakukan secara bertahap sejak Senin (26/11/2018) hingga Selasa (27/11/2018) hari ini. Sebanyak lima di antaranya merupakan napi terorisme sedangkan 15 orang lainnya adalah napi narkoba.

"Sudah masuk ke Nusakambanan, ya sudah. Kalau napiter pasti ke Lapas Batu (dulu), kalau napi nakoba ke Lapas Narkotika. (Alasan pemindahan karena) Faktor keamanan lah," tutur Hendra di Cilacap, Selasa (27/11/2018).

Ia mengungkapkan, lima napi teroris yang dipindah menurutnya masih berideologi radikal sehingga dikhawatirkan menyebarkan paham ke napi lain. Sementara napi kasus narkoba dipindah karena pertimbangan keamanan.

"Kalau dia bikin ulah pasti dipindah ke Nusakambangan. Makanya jangan bikin ulah kalau kayak gitu. Dari Jawa Timur, ada dari Blitar, Tulungagung. Ya masih radikal."

Baca juga: Yang Dilakukan Kemenkumham Setelah OTT di Lapas Sukamiskin

Hendra mengungkapkan, sesampainya di Nusakambangan, para napi langsung didistribusikan ke lapas yang hendak ditempati. Sebanyak 15 napi masuk ke Lapas Narkotika. Adapun lima napi terorisme, masuk ke Lapas Batu. Selanjutnya, para napi akan menjalani orientasi serta assesment atau penilaian untuk penempatan permanen.

Di Pulau Nusakambangan, terdapat enam lapas tertutup dan satu lapas terbuka. Dari enam lapas tertutup itu, dua di antaranya berkategori super maksimum security (SMS) atau berpengamanan super ketat yakni Lapas Batu dan Lapas Pasir Putih. Dua lapas ini memiliki blok khusus dengan sel perorangan atau satu orang satu sel.

Lapas Batu diproyeksikan sebagai tempat untuk membui napi bandar narkoba. Adapun Lapas Pasir Putih, digunakan untuk membina napi terorisme risiko tinggi.

Baca juga: Kemenkumham Kebut Lapas 'Super Maximum Security' Karanganyar 



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.