Share This

Akibat Gempa, Tiga Jalur Pendakian Rinjani Belum Bisa Dilalui

Satu-satunya jalur pendakian alternatif yang sudah dibuka yaitu Jalur Aik Berik yang masuk Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah.

BERITA , NUSANTARA

Jumat, 30 Nov 2018 19:02 WIB

Author

Zainudin Syafari

Akibat Gempa, Tiga Jalur Pendakian Rinjani Belum Bisa Dilalui

Panorama puncak Gunung Rinjani terlihat dari Desa Sapit, Kecamatan Suela, Lombok Timur, NTB, Selasa (23/10/2018). (Foto: ANTARA/ Ahmad Subaedi)

KBR, Mataram - Jalur pendakian Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat belum seluruhnya bisa dilewati pendaki. Tiga jalur pendakian yakni Jalur Senaru, Sembalun, dan Torean di wilayah Lombok Utara dan Lombok Timur masih rusak akibat gempa pada akhir Juli 2018. 

Sehingga untuk sementara satu-satunya jalur pendakian alternatif yang sudah dibuka yaitu Jalur Aik Berik yang masuk Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah.

Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Sudiyono mengatakan, jalur pendakian ini belum populer karena baru dibuka pada 19 November 2018. Kata dia, kuota pendakian per harinya sebanyak 150 orang. Namun jumlah ini pun belum bisa terpenuhi.

"Sangat positif jalur ini karena kita memadukan potensi di luar kawasan, sehingga ini juga memberi peluang usaha masyarakat yang lebih luas lagi. Kami belum punya target khusus ya, namun kami punya kuota, 150 per hari," tutur Sudiyono di Mataram, Jumat (30/11/2018).

Akan tetapi melalui jalur tersebut pendaki Rinjani belum bisa turun ke Danau Segara Anak yang menjadi ikon Rinjani. Ini lantaran akses menuju danau tersebut masih rusak.

"Hanya bisa berfoto dengan latar belakang Segara Anak, namun tak bisa turun, karena ada retakan-rekatan yang masih membahayakan pengunjung," terangnya.

Baca juga: Gunung Rinjani Kembali Dibuka Pada 2020?

Sudiyono mengatakan, pada awal 2019 nanti tim dari taman nasional bakal menyurvei tiga jalur pendakian yang rusak. Hasil survei itu akan menjadi bahan pertimbangan TNGR mengambil kebijakan, apakah masing-masing jalur tersebut layak dan amankah untuk dibuka kembali.

Ia pun mengklaim, pendakian Gunung Rinjani selama ini memberikan manfaat bagi pengembangan ekonomi masyarakat baik pelaku wisata maupun aktivitas pendukung lainnya. Data terakhir papar Sudiyono, 1.755 pemandu gunung terdiri atas guide 499 orang dan porter 1.256 orang yang terdata dan telah mengantongi KTA.

Khusus untuk Jalur Aik Berik kini terdata sejumlah 79 orang porter dan 50 orang guide.

Baca juga: Jalur Pendakian Rusak, Rinjani Ditutup Hingga Waktu yang Tak Bisa Ditentukan 



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.