Pilkada Mojokerto Memanas, Polda Jatim Awasi Khusus

Memanas pasca pencoretan salah satu pasangan calon oleh KPUD setempat.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 19 Nov 2015 10:16 WIB

Author

Zainul Arifin

Pilkada Mojokerto Memanas, Polda Jatim Awasi Khusus

Ilustrasi (Foto: kesbangpol.kemendagri.go.id)

KBR, Malang– Situasi politik di Kabupaten Mojokerto Jawa Timur memanas setelah Komisi Pemilihan Umum KPU mencoret salah satu pasangan peserta pemilihan kepala daerah yaitu pasangan Choirun Nisa dan Arifudinsjah. Kepolisian Jawa Timur pun memantau khusus kondisi keamanan di wilayah ini.

Kapolda Jawa Timur Anton Setiadji mengatakan saat ini situasi politik di Mojokerto belum jelas. Namun polisi siap menghadapi kemungkinan terburuk selama dan pasca pelaksanaan pilkada serentak di Jawa Timur, khususnya Mojokerto.

“Sementara ini situasi politik yang masih belum jelas adalah di Mojokerto. Kalau di tempat lain suhu politik sudah biasa. Ini yang kita minta pengertian pada masyarakat, tim sukses dan pasangan calon harus menyadari. Di sana (Mojokerto) ada historis, pernah terjadi pembakaran saat pilkada. Ini sudah kita antisipasi,” kata Anton, Rabu (18/11).

Kemarin, KPU Kabupaten Mojokerto mulai mencopot baliho atau alat peraga kampanye pilkada yang memuat tiga pasangan calon peserta pilkada. KPU pekan ini mencoret pasangan Choirun Nisa-Arifudinsjah karena terbukti memalsukan surat dukungan DPP PPP pimpinan Djan Farid. Pencoretan juga berdasarkan putusan Mahkamah Agung pada 3 November lalu. Kini pilkada Mojokerto hanya diikuti dua pasangan calon, yaitu pasangan Mustafa Kamal Pasa dengan Pungkasiado serta pasangan independen Misnan Gatot dan Rahma Shofiana.

KPU juga mengganti alat peraga kampanye dan surat suara untuk pilkada 9 Desember mendatang dengan hanya memuat dua pasangan calon. Ribuan personil kepolisian di Jawa Timur telah siaga untuk pengamanan pilkada serentak. Bahkan jika kurang, Mabes Polri siap membantu menerjunkan 900 personil untuk memback up kepolisian di Jawa Timur. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri

Alokasi Bijak THR Masa Pandemi

Atasi Duka Sepeninggal Orang Tersayang

Kontroversi Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam