Pasca Rusuh, Tambang Emas Gunung Tumpang Pitu Ditutup Sementara

PT Bumi Suksesindo telah menutup segala aktivitas pertambangan emas di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi Jawa Timur, pasca rusuh Rabu lalu.

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 28 Nov 2015 17:47 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Pasca Rusuh, Tambang Emas Gunung Tumpang Pitu Ditutup Sementara

Ilustrasi seorang warga melakukan penambangan.

KBR, Banyuwangi- PT Bumi Suksesindo BSI telah menutup segala aktivitas pertambangan emas di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi Jawa Timur, pasca rusuh Rabu lalu.

Berdasarkan informasi yang diterima KBR, tidak ada lagi aktivitas di area pertambangan Gunung Tumpang Pitu, yang dilakukan PT BSI. Bahkan sisa-sisa kerusuhan kemarin  terlihat masih berserakan.

Pejabat Bupati Banyuwangi Zarkasi mengatakan, penutupan tersebut hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Hal itu dilakukan agar semua pihak mendinginkan suasana sehingga tak sampai mengganggu pelaksanaan Pilkada Banyuwangi.

Zarkasi menjelaskan pemangku kebijakan yang tergabung dalam forpimda yaitu, Pemkab, Polres, TNI dan DPRD juga akan bersosialisasi sesuai kewenangan yang dimiliki untuk meredam amuk massa lagi.

“Saya minta kepada BSI tidak melakukan aktivitas. Coolling down saya dengar-dengar coolling down. Tadi maksimal 9 Desember, setelah itu ini kita kaji lagi. Salah satunya tadi pagi saya mengundang  perangkat desa di Kecamatan Pesanggaran. Mulai Kadesnya, Kepala Dusunya memberikan informasi,” kata Zarkasi, Sabtu (28/11/2015). 

Zarkasi meminta aparat keamanan, untuk menegakkan supremasi hukum bagi masyarakat yang melakukan perusakan.

Sebelumnya, Rabu lalu terjadi bentrok antara warga dengan polisi di kawasan tambang emas Gunung Tumpang Pitu. Massa membakar sejumlah sepeda motor. Kericuhan kembali terjadi malam hari dengan ratusan massa kembali menyerang perkantoran PT Bumi Suksesindo.  Selain sepeda motor, massa juga membakar alat berat, tempat penampungan solar, dan sejumlah rumah yang dipakai kantor oleh perusahaan tambang.

Akibat bentrok ini, dikabarkan empat orang warga terkena tembak peluru karet Brimob yang mengamankan area pertabangan tersebut. 

Editor: Dimas Rizki

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri

Alokasi Bijak THR Masa Pandemi

Atasi Duka Sepeninggal Orang Tersayang

Kontroversi Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam