Bagikan:

Landasan Pacu Bandara di Perbatasan Timor Leste Diperpanjang

Rencana perpanjangan Bandara AA Bere Tallo di Atambua ini telah dikoordinasikan KemenPU dan Perhubungan.

NUSANTARA | BERITA

Minggu, 08 Nov 2015 15:52 WIB

Author

Silver Sega

Landasan Pacu Bandara di Perbatasan Timor Leste Diperpanjang

Menkopolhukam, Luhut Binsar Pandjaitan

KBR, Kupang - Pemerintah segera memperpanjang landasan pacu Bandara AA Bere Tallo di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Timor Leste. Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, dua kementerian terkait yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Pehubungan telah mengkoordinasikan rencana perpanjangan landasan terbang tersebut. Sementara Kementerian Perdagangan tengah mengkaji jalur ekspor ke Timur Leste.

"Kondisi perbatasan kita lihat, saya dapat berita dari Menteri PU mereka akan bersama Menteri Perhubungan, mereka akan perpanjang landasan itu menjadi bisa masuk jet disana. Mungkin 2250, sehingga dengan begitu orang tidak mesti ke Kupang, bisa langsung ke sana kalau perlu ada urusan misalnya di perbatasan. Saya bicara dengan menteri perdangan mereka sendang mengkaji, semua nanti ekspor ke mana, ke Timor Leste mungkin akan melalui Atapupu atau melalui Wini. Sehingga dengan demikian perputaran ekonomi juga disana makin bagus dan memberikan rakyat juga kesejahteraan," kata Luhut Binsar Panjaitan di Kupang Minggu (8/11).

Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan berkunjung ke NTT untuk groundbreaking pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Motaain, Kabupaten Belu. Pos yang dibangun merupakan pos lintas batas terpadu yang sebagian lokasinya akan dipakai sebagai area perdagangan.

Pemerintah berencana membangun tiga pos lintas batas negara lain, seperti di Motamasin, Kabupaten Malaka dan Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara. Keduanya, masih dalam proses penyelesaian masalah lahan.   

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ragam Syarat Beli Minyak Goreng Curah, Efektifkah?