Ini Keuntungan Gaya Hidup Vegan dan Vegetarian

Kandungan residu pestisida tertinggi bukan ditemukan di sayur atau buah tapi di daging.

PILIHAN REDAKSI | NUSANTARA | KLINIK | BUMI KITA

Kamis, 05 Nov 2015 16:33 WIB

Author

Eka Jully

Ini Keuntungan Gaya Hidup Vegan dan Vegetarian

Ilustrasi : Sayur-mayur (foto KBR)

KBR,Jakarta- Saat ini apakah Anda tengah menjalani gaya hidup vegetarian atau vegan? Dua-duanya tak hanya baik untuk kesehatan tapi juga untuk lingkungan, lho. Apa beda vegan dan vegetarian?

Nah, gaya hidup vegan adalah dimana seseorang hanya mengkonsumsi nabati (sayuran, buah, beras)  dan tak mengkonsumsi makanan turunan dari hewan seperti susu dan telur, tapi kalau vegetarian masih mengkonsumsi susu dan  telur.

Menurut Susianto, Presiden International Vegetarian Union sekaligus Presiden Vegan Society Indonesia, vegetarian bukan masalah apa saja yang boleh atau tidak boleh dimakan, tapi ini soal diet dan pilihan. Selain itu, vegan, tak hanya bisa menurunkan berat badan, tapi bisa juga menaikkan berat badan.

“Daging hewani yang dikonsumsi banyak memunculkan penyakit degeneratif, karena semua hewan mengandung kolesterol tinggi dan lemak jenuh. Hal ini bisa menyebabkan penyakit jantung koroner, hipertensi, stroke, pembuluh darah, kanker dan lain lain. Berdasarkan catatan WHO, di Indonesia penderita hipertensi mencapai 31,7 persen,” ujarnya saat berbincang bersama KBR pada program Bumi Kita, Kamis (5/11/2015).

Pria yang sudah puluhan tahun menjalani gaya hidup vegan ini menambahkan, daging bukanlah sumber tenaga utama tubuh. Sumber utama tubuh adalah karbohidrat, sedangkan daging tak punya karbohidrat. Nah, makanan khas Indonesia, tempe, justru  mempunyai kandungan gizi, zat besi, protein dan kalsium yang lebih tinggi di atas daging tapi harganya di bawah daging. Tak hanya tempe, kacang kedelai pun  mengandung 35 persen protein, dan kacang ijo mengandung 24-26 persen.

“Waktu di kongres vegan sedunia 1 November 2015 kemarin, saya memaparkan soal manfaat gizi tempe. Tanggapan dari luar negeri bagus sekali, orang memberikan pengakuan pada gizi tempe,” ujarnya

Selain itu, makanan nabati seperti sayuran dan buah alpukat tidak mengandung kolesterol. Buah alpukat justru mengandung lemak tak jenuh yang baik, seperti omega 3 yang bisa menyehatkan tubuh. Menurut Susianto, kolesterol hanya ada di daging.


Presiden International Vegetarian Union,  sekaligus Presiden Vegan Society Indonesia, Susianto saat berbincang di studio KBR, Kamis (5/11/2015).

 
Dalam obrolan yang berlangsung selama 60 menit, disiarkan langsung ke seluruh radio jaringan KBR dari Aceh hingga Papua, salah satu pendengar KBR di Pontianak, Ricky, bertanya via telephone bebas pulsa : “Bagaimana dengan sayuran yang terkena residu pestisida, berbahaya  atau mengancam para vegetarian tidak?”

Susianto menjawab, "menurut hasil penelitian, kandungan residu pestisida tertinggi bukan ditemukan di sayur atau buah tapi di daging. Hewan atau daging terakumulasi 55 kali lebih tinggi terkena residu pestisida daripada biji-bijian atau nabati. Dan tak ada cara untuk mencucinya, karena residu sudah masuk ke jaringan otot, kulit, dan  lemak. Begitu juga susu, 23 kali lebih tinggi  terkena residu pestisida.”

“Namun untuk menghilangkan residu pestisida pada sayur atau buah, bisa dilakukan dengan cara merendam sayuran dalam air yang diberi perasan jeruk nipis dan garam selama 5-10 menit. Setelah itu dibilas di air yang mengalir. Menurut penelitian, dengan cara seperti itu, 95 persen residu pestisida yang menempel di sayuran dan buah akan hilang,” jelasnya.

Mengkonsumsi hewani, tak hanya memberikan dampak pada kesehatan, tapi juga berpengaruh pada lingkungan. Menurut Susianto, penggunaan lahan tidak efektif untuk peternakan dibandingkan pertanian.

“Setiap 1 hektar tanah bisa menghasilkan 20 ton kentang, tapi di luas lahan yang sama hanya menghasilkan 168 kg daging sapi. Jadi rasionya 1 :100 lebih. Peternakan juga memboroskan air dan berkontribusi terhadap global warming karena menghasilkan emisi ke udara,” jelasnya.

Itulah sebabnya, slogan “4 sehat 5 sempurna”, sejak 1993  sudah dihapus oleh Departemen Kesehatan. Karena, susu, sudah tak ada lagi di piramida gizi. Dan hal ini, kata dia, sudah tak boleh diajarkan lagi atau disampaikan kepada khalayak ramai.

Bukti bahwa gaya hidup vegetarian sudah diakui oleh dunia adalah dengan ditetapkannya Hari Vegan Sedunia pada 1 November. Sedangkan 1 Oktober diperingati sebagai Hari Vegetarian.  

Nah, untuk tau lebih dalam soal vegan, atau resep-resep masakan yang cocok untuk vegetarian, sila  kulik di websitenya http://www.ivs-online.org. Dan untuk Anda yang ingin bergabung di komunitas vegan, sila intip di  www.vsi-online.org
 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme