Barujari Masih Meraung, Belasan Penerbangan Masih Dibatalkan di Bali

Baru beberapa rute yang sudah bisa berjalan.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 06 Nov 2015 11:19 WIB

Author

Yulius Martony

Barujari Masih Meraung, Belasan Penerbangan Masih Dibatalkan di Bali

Bandara Ngurah rai setelah dibuka kembali (Foto: KBR/Yulius M.)

KBR, Denpasar- Aktivitas di Bandara Udara Internasional Ngurah Rai Bali masih belum normal, meski sudah dibuka sejak kemarin. Sejumlah pesawat sudah mulai diterbangkan meski masih ada rute-rute tertentu yang belum aktif. Bandara itu ditutup selama dua hari akibat paparan abu vulkanik letusan Gunung Barujari di NTB yang bisa merusak mesin pesawat.

Sejumlah maskapai mengevakuasi penumpang dengan menggunakan pesawat berbadan besar untuk mengurangi penumpukan calon penumpang. Juru bicara Bandara Ngurah Rai Shiverly Sanssouci mengatakan evakuasi penumpang itu dilakukan maskapai sampai kondisi penumpang normal kembali.

"Akan di angkut dengan pesawat berbadan besar, misalnya selama ini pakai pesawat berkapasitas 200 di pakai dengan kapasitas 400 kemungkinan seperti yang terjadi saat gunung Raung tidak akan terjadi penumpukan dan informasi keberangkatan itu jelas untuk penumpang yang akan berangkat," ujarnya, Jumat (06/11).

Sejak semalam maskapai Garuda Indonesia mengevakuasi penumpang baik rute domestik maupun internasional menggunakan pesawat berbadan besar. Juru bicara Bandara Ngurah Rai Shiverly Sanssouci mengatakan malam tadi pesawat India Air yang mengangkut rombongan wakil presiden India sempat tertahan akibat erupsi Gunung Barujari.

Shiverly mengatakan tidak menutup kemungkinan Bandara Ngurah Rai akan ditutup kembali jika kondisi paparan abu vulkanik gunung api itu kembali membahayakan penerbangan. Saat ini kondisi jalur penerbangan masih dalam pengawasan Pusat Pertimbangan Abu Vulkanik atau VAAC. Selama dua hari lalu bandara ini membatalkan 700-an jadwal kedatangan dan penerbangan.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bekas Napi Koruptor Harus Jeda Lima Tahun Sebelum Maju di Pilkada