covid-19

Warga Aceh Utara Sandera Peralatan Berat Perusahaan Malaysia

Tiga unit alat berat, jenis eskavator dan beko milik PT Mandum Payah Tamita disandera warga dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan di Kabupaten Aceh Utara. Hal ini menyusul maraknya aksi pembalakan liar yang dilakukan perusahaan Malaysia itu.

NUSANTARA

Selasa, 25 Nov 2014 18:00 WIB

Warga Aceh Utara Sandera Peralatan Berat Perusahaan Malaysia

kawasan leuser, aceh, rusak, punah

KBR, Lhokseumawe – Tiga unit alat berat, jenis eskavator dan beko milik PT Mandum Payah Tamita disandera warga dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan di Kabupaten Aceh Utara. Hal ini menyusul maraknya aksi pembalakan liar yang dilakukan perusahaan Malaysia itu.


Ganeral Manager LSM Selamatkan Isi Alam Flora dan Fauna Aceh (Silfa), Hafri Husaini mengatakan, aksi demonstrasi tersebut bertujuan sebagai bentuk protes beroperasi perusahaan tersebut. Kata dia, kegiatan perusahaan itu menyebabkan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) terancam punah. 


“Bila perusahaan ini tetap beroperasi akan menimbulkan dampak banjir yang sangat besar, yang akan dirasakan bawah perbukitan itu. Bisa saja ini nanti korban harta, bisa saja juga korban nyawa. Itulah tujuan masyarakat melakukan demo,” kata Hafri kepada Portalkbr, Selasa (25/11).


Ia menegaskan, warga dan aktivis lingkungan bersikeras tidak akan mengembalikan alat berat tersebut sebelum pihak perusahaan menghentikan kegiatan perambahan hutan lindung. 


Pemprov Aceh juga didesak untuk mencabut izin Rencana Kerja Tahunan (RKT) PT Mandum Payah Tamita, karena berdampak buruk terhadap keselamatan masyarakat di tiga kecamatan, yaitu Matangkuli, Lhoksukon dan Cot Girek.


Ada 16 Kabupaten di Aceh dan Sumatera Utara yang berada di dalam peta KEL ikut  terkena dampak bencana, meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Subussalam, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur. Sedangkan, sisa empat lainnya di Sumut, mulai Kabupaten Langkat, Dairi, Karo, dan Deli Serdang. 


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ramai Cukai Rokok Mau Naik, Apa Kata Pakar dan DPR?