covid-19

PT TransJakarta Masih Godok Tilang Elektronik

PT TransJakarta masih menggodok teknis penerapan sanksi bagi pengendara yang membandel masuk jalur busway dengan menggunakan kamera pengintai CCTV.

NUSANTARA

Senin, 10 Nov 2014 08:43 WIB

Author

Dimas Rizky

PT TransJakarta Masih Godok Tilang Elektronik

transportasi, busway, trans, steril, tilang

KBR, Jakarta- PT TransJakarta masih menggodok teknis penerapan sanksi bagi pengendara yang membandel masuk jalur busway dengan menggunakan kamera pengintai CCTV.

Nantinya pengendara yang membandel bakal dikenai tilang secara elektronik lewat CCTV tersebut atau e-CRoSS. Juru bicara TransJakarta, Sri Ulina Pinem mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Ditlantas Polri untuk penerapan sanksi tersebut. Salah satu pembahasannya yaitu penerapan denda saat pembayaran pajak kendaraan.

"Capture atau menangkap dari yang sedang dikonsepkan Dinas Perhubungan sekarang, yaitu menangkap nomor plat yang melanggar. Harapannya itu akan sinkron dengan Polda Metro sehingga untuk tilang itu perlu dilakukan saat itu juga. Mungkin saat perpanjangan yang mereka harus langsung membayar dendanya."

Juru bicara TransJakarta, Sri Ulina Pinem menambahkan penerapan tilang elektronik tersebut akan mulai berlaku tahun depan.

PT TransJakarta berharap dengan adanya sistem e-CRoSS ini, dapat meningkatkan sterilisasi jalur busway sekaligus mendukung upaya penertiban lalu-lintas yang dilakukan oleh Ditlantas Polri. Nantinya kamera CCTV tersebut bakal dipasang di setiap halte busway.


Harga Tiket Trans Khusus Hari Ini Rp 10


Sementara itu, dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November, PT TransJakarta menjual tiket bus dengan harga Rp 10, bagi pengguna e-tiketing. Juru bicara TransJakarta, Sri Ulina Pinem mengatakan selain merayakan Hari Pahlawan, pihaknya juga menggunakan momentum ini untuk mensosialisasikan logo baru Transjakarta. "Dengan logo baru, harapannya, memiliki suatu perubahan yang beda dari yang sudah kita jalani selama 10 tahun ini," ujarnya.


Sri Ulina menambahkan pihaknya tidak akan merugi meski hanya menjual tiket bus 10 perak saja. "Kalau dibilang rugi, kita kan pelayanan. Termasuk juga sebagai bentuk promosi kita terhadap pengguna e-tiket," tambahnya lagi.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Self Wholeness

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7