Polda Sulawesi Tengah Kirim Personil Ke Setiap SPBU

Kepolisian Sulawesi Tengah menerjunkan personilnya untuk menjaga masing-masing SPBU untuk antisipasi terjadinya penimbunan BBM.

NUSANTARA

Minggu, 09 Nov 2014 14:05 WIB

Author

Evilin Falanta

Polda Sulawesi Tengah Kirim Personil Ke Setiap SPBU

spbu, bbm bersubsidi, polisi

KBR, Jakarta- Kepolisian Sulawesi Tengah menerjunkan personilnya untuk menjaga masing-masing SPBU untuk antisipasi terjadinya penimbunan BBM.

Juru bicara Kepolisian Sulawesi Tengah Rostin Tumaloto mengatakan beberapa SPBU di kota Palu dan Tawau Simboro sempat terjadi antrean kendaraan lantaran langkanya BBM bersubsidi. Namun, saat ini sudah mulai kembali normal. Kata dia, polisi terus mengawasi penyaluran BBM tersebut.

"Kalau kelangkaan memang dari Pertaminanya yang kurang pasokannya. Terus untuk antisipasi Polda turun untuk segera memerintahkan anggota polisi untuk menjaga di SPBU-SPBU. Masing-masing di SPBU ada dua atau tiga orang anggota Polres ya tergantung tempatnya. Kalau SPBUnya kecil ada dua orang tapi kalau agak besar bisa jaga tiga orang," terangnya.

Juru bicara Kepolisian Sulawesi Tengah Rostin Tumaloto menambahkan petugas kepolisian bakal menindak tegas sesuai aturan hukum jika ada para penimbun BBM. Tapi, sejauh ini Polda Sulawesi Tengah menyatakan belum ada pelaku penimbunan BBM tersebut.

Jumat lalu, terjadi antrean di sejumlah SPBU kota Palu, Sulawesi Tengah. Antrean disebabkan langkanya BBM. Dalam sehari PT Pertamina hanya memasok 8.000 liter BBM bersubsidi di masing-masing SPBU yang ada di Sulawesi Tengah. Padahal biasanya per hari memasok 24 ribu liter BBM.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Aplikasi LAPOR Dinilai Tidak Efektif Tanggapi Laporan Masyarakat

Kabar Baru Jam 15

Perlukah Sertifikasi Pernikahan?

Kabar Baru Jam 14