covid-19

Petambak Udang di Rembang Keluhkan Pencemaran Laut

Dampak pencemaran laut yang diduga dari pembuangan limbah pabrik di Rembang, Jawa Tengah semakin mengkhawatirkan. Pencemaran berimbas pada budi daya udang di daerah itu.

NUSANTARA

Senin, 24 Nov 2014 12:02 WIB

Author

Musyafa

Petambak Udang di Rembang Keluhkan Pencemaran Laut

Petambak Udang, Rembang, Pencemaran Laut

KBR, Rembang – Dampak pencemaran laut yang diduga dari pembuangan limbah pabrik di Rembang, Jawa Tengah semakin mengkhawatirkan. Pencemaran berimbas pada budi daya udang di daerah itu.

Ini yang membuat para petambak udang di Kecamatan Kaliori, hari ini (24/11) melaporkan temuan itu ke Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz.
 
Salah satu petambak, Muhammad Isrori mengakui, ia belum bisa memasukkan air laut ke dalam tambak karena air berwarna hitam pekat. Kalau dipaksakan, kata dia, bibit udang akan mati.

Karenanya, ia berharap pemerintah serius menangani kasus ini. Petambak juga siap menggelar aksi demo, apabila tidak ada tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran.
 
“Karena kondisi air tidak memungkinkan, maka pasokan air laut ke tambak udang menjadi terlambat. Kalau dipaksakan, bisa mati semua, soalnya udang kan kecil kecil. Tak hanya udang vanamei, garam pun demikian. Kita semua dirugikan,” keluh Isrori di Rembang, Senin (24/11).
 
Soal ini, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Rembang, Purwadi Samsi membenarkan, sebagian besar pabrik pengolahan ikan kelas ekspor langsung membuang limbah ke laut. Tapi untuk membuktikan mereka bersalah, kata dia, harus melalui uji laboratorium.
 
Purwadi menambahkan pihaknya akan melayangkan peringatan tertulis kepada pabrik yang melanggar aturan. Jika sampai tiga kali diabaikan, operasional pabrik akan dihentikan sementara.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Niatan Berantas Intoleransi di Lingkungan Pendidikan

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 7