Pegiat AIDS: Banyak Bekas PSK Dolly Lari ke NTB

Penutupan lokalisasi Dolly di Surabaya, Jawa Timur, beberapa bulan lalu, membuat para pekerja seks komersial (PSK) di kota itu berpindah-pindah tempat termasuk ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

NUSANTARA

Sabtu, 22 Nov 2014 20:59 WIB

Author

Zainudin Syafari

Pegiat AIDS: Banyak Bekas PSK Dolly Lari ke NTB

Pegiat AIDS, PSK Dolly, NTB

KBR, Mataram - Penutupan lokalisasi Dolly di Surabaya, Jawa Timur, beberapa bulan lalu, membuat para pekerja seks komersial (PSK) di kota itu berpindah-pindah tempat termasuk ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) NTB, Suharmanto mengatakan, data dari Lembaga Perlindungan Hukum (LBH) Apik NTB mengungkap, sekitar 700 orang bekas PSK Dolly masuk NTB. Mereka umumnya berada di kawasan wisata di Lombok. Suharmanto mengatakan, mobilitas PSK yang pernah bekerja di Dolly cukup tinggi.

“Ini makanya harus hati-hati, dan terus terang ada data dari LBH Apik ini ternyata dengan ditutupnya Dolly Surabaya ternyata yang sudah hijrah ke NTB cukup banyak. Menurut data mereka sekitar 700-an sudah masuk ke NTB. Ada di Senggigi, ada yang sampai ke Maluk dan sebagainya. Bagi pelanggan-pelanggan merasa bahwa ini barang baru padahal disana barang sudah usang. jadi mobilitasnya tinggi jadi harus hati-hati menyikapi ini,” kata Suharmanto kepada Portalkbr, Sabtu (22/11).

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) NTB, Ibnu Salim mengatakan, pihaknya masih memantau indikasi masuknya bekas PSK Dolly ke NTB. Ia menegaskan, jika ada PSK Dolly yang ditemukan akan ditindaklanjuti dengan pemulangan atau rehabilitasi di PSKW Budhi Rini Mataram.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8