Nyok Laporin

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meluncurkan gerakan

NUSANTARA

Kamis, 06 Nov 2014 07:00 WIB

Author

Antonius Eko

Nyok Laporin

merokok, YLKI

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meluncurkan gerakan ‘Nyok Lapor’ sebagai upaya untuk melaporkan orang-orang yang merokok di kawasan larangan merokok. 


Ketua YLKI Tulus Abadi mengatakan, sebenarnya gerakan ini sudah diluncurkan sejak setahun lalu. Namun untuk peluncuran yang kedua ini diubah dengan gaya Betawi. Hingga sekarang sudah ada 475 orang yang melapor. 


Kata Tulus, dalam melapor ke SMS center YLKI. Harus jelas tempat orang yang melakukan pelanggaran. Juga disertai nama, hari, tanggal dari pelanggaran itu. Akan lebih kuat dengan foto si perokok. Ini sebagai bukti telah melakukan pelanggaran. 


“Pengaduan ini akan ditindaklanjuti ke pihak yang kompeten di Jakarta dan pusat. Sehingga mereka segera melakukan tindakan proaktif. Misalnya pelanggaran di angkutan umum, yang tanggung jawab dinas perhubungan,” kata Tulus. 


Upaya yang digagas YLKI ini ditujukan untuk mendorong sikap proaktif dari masyarakat untuk melapor setiap pelanggaran di kawasan larangan merokok. Laporan ini juga untuk mencegah konflik horisontal.


Dari laporan masyarakat ini YLKI akan membuat rangking, misalnya mal yang ditemukan banyak pelanggaran akan dinyatakan sebagai mal yang tidak sehat dan tak layak dikunjungi.


Warga kini bisa melaporkan orang-orang yang merokok di Kawasan Dilarang Merokok lewat akun Twitter @No_rokok dan akun Facebook AKTAR (Aliansi Konsumen Tanpa Asap Rokok).


Peraturan yang mengatur tentang larangan merokok sudah ada sejak 2005 di DKI Jakarta. Namun sampai saat ini, perokok seakan tidak menggubris sama sekali larangan merokok tersebut. 


Peraturan yang mengatur larangan merokok ada dalam Peraturan Gubernur Nomor 50 tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembinaan, Pengawasan, Penegakan Hukum Kawasan Dilarang Merokok.


Adapun area yang dilarang untuk merokok adalah di fasilitas kesehatan, tempat ibadah, instansi pendidikan, tempat kerja, tempat umum, dan angkutan umum.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Pandemi dan Dampak Pada Kesehatan Mental Siswa

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Menanti Perhatian pada Kesehatan Mental Pelajar

Kabar Baru Jam 10