Musim Hujan, Petani NTB Garap Sawah Tadah Hujan

Memasuki musim hujan tahun ini, para petani di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menggarap lahan sawah tadah hujan. Mulai minggu ke tiga November hingga Januari 2015 mendatang, petani petani diperkirakan sudah mulai menanam padi.

NUSANTARA

Selasa, 18 Nov 2014 11:10 WIB

Author

Zainudin Syafari

Musim Hujan, Petani NTB Garap Sawah Tadah Hujan

Musim Hujan, Petani NTB

KBR, Mataram - Memasuki musim hujan tahun ini, para petani di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menggarap lahan sawah tadah hujan. Mulai minggu ke tiga November hingga Januari 2015 mendatang, petani petani diperkirakan sudah mulai menanam padi.

Menurut Kepala Dinas Pertanian NTB, Husni Fachri, luas lahan tadah hujan di NTB sebanyak 40 ribu hektar. Jumlah itu tersebar di seluruh kabupaten/kota, dan terbanyak di Lombok bagian selatan sebanyak 30 ribu hektar.

“Lahan tadah hujan ini November ini sudah mulai pengolahan tanah dan sebagainya. Jadi di minggu ketiga November, Desember, Januari itu akan tetap ada penamanan. Itu utamanya daerah tadah hujan ada di Lombok Timur bagian selatan itu sekitar 30 ribu hektar untuk padi itu yang mau dimaksimalkan”, ujar Husni kepada Portalkbr, Selasa (18/11).

Meski tidak merata di semua lokasi, kata dia, namun turunnya air hujan mulai mendukung petani untuk mulai mengolah sawahnya. Itu terlihat juga di beberapa tempat, seperti di Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat.

Hasil panen padi dari sawah tadah hujan tersebut, kata dia, akan masuk ke dalam kuota target panen padi tahun 2015 mendatang yakni 2,1 juta ton padi.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

TNI Disusupi Radikalisme

News Beat

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20