Limbah Industri Ancam Cisadane Tangerang

Sekelompok LSM lingkungan di Kota Tangerang menelusuri Sungai Cisadane. Sungai itu yang terbesar membelah Tangerang dan menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat di sana.

NUSANTARA

Minggu, 16 Nov 2014 13:46 WIB

Author

Pebriansyah Ariefana

Limbah Industri  Ancam Cisadane Tangerang

limbah, sungai, lsm lingkungan, ekspedisi

KBR, Jakarta - Sekelompok LSM lingkungan di Kota Tangerang menelusuri Sungai Cisadane. Sungai itu yang terbesar membelah Tangerang dan menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat di sana.

Mereka membentuk tim expedisi menelusuri Cisadane selama beberapa hari antara 15-17 November.  Ada 10 desa yang ditelusuri. Sebanyak 10 Desa dan Kelurahan itu memiliki potensi untuk mendukung penyelamatan Cisadane.

Perjalanan pertama di mulai dari titik awal di sebuah penggalian pasir Desa Bojong Kecamatan Cisauk. Lalu di kawasan jembatan Liga Mas Serpong, dan ke kawasan pintu air sepuluh.

Dari perjalanan itu, tim menemukan 10 perusahaan secara langsung mengalirkan limbahnya ke Cisadane. Selain perusahaan besar ada 7 perusahaan pabrik tahu dan tempe beroperasi yang juga membuang limbahnya secara langsung ke Cisadane.

Juru Bicara tim ekspedisi Cisadane Garda Alam, Romly mengatakan tim mengambil contoh air di titik-titik saluran pembuangan limbah pabrik. Dengan teknologi sederhana pengambilan air dilakukan di beberapa titik perusahaan yang mengeluarkan limbah berwarna merah, putih susu sampai hitam pekat berbusa.

Sementara, ada juga menemukan sekitar 7 perusahaan yang melakukan pembangunan sampai mengambil daerah sempadan Cisadane.

"Temuan ini di buktikan dengan dokumentasi visual tim di sepanjang kali cisadane. Pengambilan sempadan kali ini tentunya telah melanggar hukum yang berlaku sebagaimana di atur dalam peraturan tentang DAS," kata Romly, Minggu (16/11).

Tim ekspedisi juga menemukan sampah industri dan warga di sepanjang kali cisadane. Di sana ada tumpukan sampah rumah tangga di sekitar Karawaci, Kampung Lengjkong BSD dan wilayah pintu air 10.

"Ini bukti bahwa partisipasi masyarakat belum mendukung dalam menghilangkan sampah dari Cisadane. Indikasi ini terjadi, program pemerntah Kabupaten Tanggerang belum dapat menjamin sampah bersih dari Cisadane.  Selain itu, sampah industri kecil dan besar masih menyumbang terbesar atas kekotoran Cisadane," cerita dia.


Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Mengenang Sosok Artidjo Alkostar

Kabar Baru Jam 7

Inisiatif Daur Pangan di Masa Pandemi

Mama 'AW': Menerobos Semak Berduri