Ini Profil Ahok, Gubernur DKI Jakarta ke-17

Di tengah penolakan sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta, akhirnya Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Gubernur DKI Jakarta yang ke-17, Rabu (19/11).

NUSANTARA

Rabu, 19 Nov 2014 14:01 WIB

Author

Anto Sidharta

Ini Profil Ahok, Gubernur DKI Jakarta ke-17

Profil Ahok, Gubernur DKI Jakarta

KBR, Jakarta – Di tengah penolakan sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta, akhirnya Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Gubernur DKI Jakarta yang ke-17, Rabu (19/11).

Ia pun membuat sejarah karena menjadi gubernur pertama yang dilantik oleh Presiden di Istana Negara berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Ahok  juga membuat sejarah baru di ibu kota negara karena ia menjadi orang keturunan Tionghoa pertama dan gubernur beragama Kristen kedua yang bisa menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta. Gubernur pertama dari kalangan non-Muslim adalah Henk Ngantung yang diangkat Presiden Soekarno pada 27 Agustus 1964.

Perjalanan Ahok menjadi figur sentral di Ibu Kota berawal pada tahun 2012, ketika ia bersama Joko Widodo menjadi pemenang pemilihan gubernur Jakarta 2012. Sejak 1 Juni 2014, saat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengambil cuti panjang untuk menjadi calon presiden Ahok resmi menjadi Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta. Setelah terpilih pada Pilpres 2014, 16 Oktober lalu, Jokowi resmi mengundurkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Secara otomatis, Basuki menjadi Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta. Siapa sebenarnya Ahok?

Ahok memiliki nama Tionghoa: Zh?ng Wànxué. Ia lahir di Manggar, Belitung Timur, 29 Juni 1966; umur 48 tahun.  Karir politiknya dimulai pada tahun 2004 ketika ia bergabung di bawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB) sebagai ketua DPC Partai PIB Kabupaten Belitung Timur. Pada pemilu 2004 ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009.

Jabatan kepala daerah pertamanya yakni sebagai Bupati Belitung Timur periode 2005-2006. Ia merupakan etnis Tionghoa pertama yang menjadi Bupati Kabupaten Belitung Timur. Sementara, kancah di politik nasional dimulai ketika ia menjadi anggota Komisi II DPR periode 2009-2014 dari Partai Golkar. Namun, ia mengundurkan diri pada 2012 setelah mencalonkan diri sebagai wakil gubernur DKI Jakarta untuk Pemilukada 2012. Berikut profil Ahok:

KELUARGA
•    Istri : Veronica,
•    Anak : Nicholas Sean Purnama, Nathania, dan Daud Albeenner.

PENDIDIKAN
•    Program Pasca Sarjana Manajemen Keuangan di Sekolah Tinggi.
•    Manajemen Prasetiya Mulya Jakarta, 1994.
•    Sarjana Teknik Geologi di Universitas Trisakti Jakarta, 1990.
•    SMA III PSKD Jakarta, 1984.
•    SMP No. 1 Gantung, Belitung Timur, 1981.
•    SDN No. 3 Gantung, Belitung Timur, 1977.

KARIR
•    Gubernur DKI Jakarta, 19 November 2014
•    Wakil Gubernur DKI Jakarta, 2012
•    Anggota Komisi II DPR RI, 2009 - 2014.
•    Direktur Eksekutif Center for Democracy and Transparency (CDT.3.1).
•    Bupati Belitung Timur, 2005 - 2006.
•    Anggota DPRD Belitung Timur bidang Komisi Anggaran, 2005 - 2006.
•    Asisten Presiden Direktur bidang analisa biaya dan keuangan PT. Simaxindo Primadaya, Jakarta, 1994 - 1995.
•    Direktur PT. Nurindra Ekapersada, Belitung Timur, 1992 - 2005.
Organisasi:
•    Ketua Dewan Yayasan Sosial dan Agama di Jakarta.

PENGHARGAAN
•    Tokoh Anti Korupsi dari Gerakan Tiga Pilar Kemitraan (KADIN, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Masyarakat Transparansi Indonesia), 2007.
•    Salah satu dari 10 Tokoh yang Mengubah Indonesia, Majalah Tempo, 2006.
•    Gold Pin, Fordeka (Forum Demokrasi), 29 Oktober 2006.

Sumber: Berbagai sumber

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Persiapan Pemerintah Jawa Barat Hadapi New Normal

Kabar Berita Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13