Imigrasi Balikpapan Bantah Terlantarkan Pencari Suaka

Kantor Imigrasi Kelas I Kota Balikpapan, Kalimantan Timur membantah telah menelantarkan puluhan pencari suaka yang sengaja datang ke Kantor Imigrasi dan meminta perlindungan.

NUSANTARA

Kamis, 06 Nov 2014 13:49 WIB

Author

Teddy Rumengan

Imigrasi Balikpapan Bantah Terlantarkan Pencari Suaka

imigrasi, balikpapan, suaka

KBR, Balikpapan - Kantor Imigrasi Kelas I Kota Balikpapan, Kalimantan Timur membantah telah menelantarkan puluhan pencari suaka yang sengaja datang ke Kantor Imigrasi dan meminta perlindungan.


Pejabat Kantor Imigrasi Balikpapan Yunus mengatakan, tidak ada anggaran khusus dari Kementerian Hukum & HAM untuk menyediakan fasilitas khususnya makan bagi warga asing pencari suaka tersebut.


Namun kata Yunus, puluhan pencari suaka yang menginap di Kantor imigrasi tetap diberikan makan tiga kali sehari. Anggaran yang digunakan dari Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM). 


“Selama menunggu (proses administrasi) mereka dapat makan dan minum biasanya tiga kali sehari. Kalau di rumah detensi Imigrasi sudah ada fasilitas khusus karena kerjasama dengan IOM. Rasanya sekarang ada 27 orang, ada yang baru datang kemarin," kata Yunus, Rabu (6/11).


Dalam beberapa hari terakhir, para pencari suaka memenuhi kantor Imigrasi Balikpapan. Mereka sengaja datang menyerahkan diri agar di dibawa ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Lamaru Balikpapan Timur.


Abdul Husein Ahmadi, salah satu pencari suaka asing asal Afghanistan mengatakan, mereka sudah berhari-hari tidur di Kantor Imigrasi Balikpapan dengan kondisi yang memprihatinkan. Terkadang makan hanya berharap belas kasihan pegawai Imigrasi.


Mereka pun berharap segera dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi) Lamaru Balikpapan Timur, sehingga bisa mendapat perlakuan yang layak.


Menurutnya, mereka meninggalkan negara masing-masing karena tidak tahan dengan situasi konflik yang terjadi. Mereka mengaku rata-rata sudah tidak memiliki keluarga.


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Pandemi dan Dampak Pada Kesehatan Mental Siswa

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Menanti Perhatian pada Kesehatan Mental Pelajar

Kabar Baru Jam 10