Harga Gas Tinggi, 250 Karyawan Pupuk di Aceh Terancam PHK

250 karyawan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dinyatakan masuk dalam daftar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

NUSANTARA

Minggu, 23 Nov 2014 09:17 WIB

Author

Erwin Djalaludin

Harga Gas Tinggi, 250 Karyawan Pupuk di Aceh Terancam PHK

pupuk, phk, karyawan, gas

KBR, Lhokseumawe– 250 karyawan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dinyatakan masuk dalam daftar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Mereka masuk daftar dipecat menyusul berhenti beroperasinya perusahaan pabrik urea tersebut, sebagai dampak tingginya Harga Pembelian Pemerintah (HPP) terhadap bahan baku gas alam cair.

Juru bicara PT PIM Suryadi mengatakan, pihaknya sekarang menunggu keputusan dari PT Pupuk Indonesia Holding Company terkait evaluasi kelayakan tenaga kerja di anak perusahaanya, PIM. Kebijakan itu dilakukan untuk mengatasi membengkaknya pembiayaan terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) salah satu proyek vital tersebut.

"Induk dalam hal ini PT Pupuk Indonesia, ketika nanti induk memutuskan terbaik demi keselamatan PIM mahu gimana lagi. Tenaga kerja Kita sekarang 960 orang, kalau untuk penyesuaian perusahaan nanti idealnya untuk satu unit pabrik pupuk itu 700 orang,” jelas Suryadi kepada portalkbr, Sabtu (22/11).

Kondisi itu juga berdampak terhadap kelangkaan pupuk bersubsidi bagi masyarakat tani 23 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh. Selain itu perusahaan tersebut juga harus melayani pendistribusian pupuk bersubsidi di lima provinsi wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau.


Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Korea Utara Melarang Kedatangan Turis Mancanegara Demi Melindungi Penduduknya Dari Virus Corona