Dua Orangutan Berhasil Diselamatkan di Ketapang

Dua orangutan dari subjenis Pongo pygmaeus wurmbii berhasil diselamatkan oleh Kepolisian Resor Ketapang dengan BKSDA dan yayasan IAR Indonesia.

NUSANTARA

Selasa, 04 Nov 2014 10:46 WIB

Author

Green Radio - Mongabay

Dua Orangutan Berhasil Diselamatkan di Ketapang

orangutan, ketapang, bksda, satwa langka

Dua orangutan dari subjenis Pongo pygmaeus wurmbii berhasil diselamatkan oleh Kepolisian Resor Ketapang dengan BKSDA dan yayasan IAR Indonesia. Orangutan ini disita dari tangan pemiliknya di Dusun Sengkuang, Desa Harapan Baru, Kecamatan Air Upas dan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Selanjutnya, orangutan tersebut langsung dibawa ke Pusat Rehabilitasi Orangutan YIARI Ketapang untuk mendapatkan perawatan.

Manajer Perlindungan Satwa Yayasan Palung, Edi Rahman, mengatakan dalam sebulan terakhir ada empat kasus pemeliharaan orangutan oleh masyarakat yang sudah teridentifikasi.

“Hasil monitoring kita, ada empat individu orangutan yang sudah diselamatkan aparat BKSDA dan YIARI. Masing-masing satwa disita di Kecamatan Manis Mata, Tumbang Titi, Marau, dan Kecamatan Air Upas,” kata Edi di Ketapang.

Keberadaan orangutan peliharaan warga ini bersentuhan langsung pada kantong-kantong habitat yang berada di wilayah rawan karena telah dikelilingi area perkebunan dan pertambangan.

Kapolres Ketapang AKBP Agus Setiyoko mengimbau masyarakat turut serta membantu pemerintah melindungi satwa-satwa langka seperti orangutan. “Tetapi, cara melindunginya bukan dengan memelihara di rumah secara pribadi, melainkan membiarkan hidup di habitat aslinya secara bebas,” katanya.

Sementara Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Ketapang, Junaidi, mengatakan bahwa jumlah orangutan yang direhabilitasi di Ketapang saat ini sudah mencapai 75 individu. Terhitung Oktober 2014 sudah enam individu yang diselamatkan.

“Harapan kita ke depan, masyarakat tidak hanya menjaga populasi satwa liar ini, tetapi juga menjaga keutuhan hutan sebagai habitatnya,” katanya.

Kini, kedua orangutan tersebut ditempatkan di Pusat Rehabilitasi Orangutan YIARI di Desa Sei Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. Satwa tersebut akan direhabilitasi hingga siap dilepasliarkan di habitat aslinya.

Selain menyelamatkan satwa tersebut dari masyarakat, BKSDA dan YIARI sudah melakukan serangkaian aksi seperti penyuluhan tentang perlindungan satwa liar di desa-desa dan sekolah, khususnya di lokasi yang memiliki tingkat konflik dengan satwa liar cukup tinggi. Upaya ini dilakukan untuk membangun kesadartahuan masyarakat tentang perlindungan  satwa liar.

Tulisan ini hasil kerja sama Mongabay dengan Green Radio

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kesiapan Mental sebelum Memutuskan Menikah

Kabar Baru Jam 8

Setahun Pandemi dan Masalah "Pandemic Fatigue"

Kabar Baru Jam 10